Beranda Politik DPRD Bojonegoro Simak Pidato Presiden Prabowo, Ini Pesan Pentingnya

DPRD Bojonegoro Simak Pidato Presiden Prabowo, Ini Pesan Pentingnya

IMG 20260814 WA0033

BOJONEGORO – Suasana khidmat mewarnai Gedung Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jumat (14/8/2026).

Jajaran DPRD bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkumpul untuk mengikuti penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rapat Paripurna Istimewa tersebut dipimpin Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar.

Hadir pula para wakil ketua dan anggota DPRD, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Dandim 0813 Bojonegoro, Kapolres, Kajari, jajaran kepala OPD, unsur Forkopimda, serta insan pers.

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyimak arah kebijakan pemerintah pusat sekaligus memperkuat komitmen pembangunan daerah.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui seremoni.

Menurutnya, kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Prabowo juga menyoroti sektor pangan, ia menyampaikan pemerintah terus berupaya memastikan kebutuhan pangan nasional tetap aman, sekaligus menekan harga kebutuhan pokok.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk bagi petani untuk mendukung produktivitas pertanian.

“Dengan semangat gotong royong kita akan diakui dunia. Dalam menyambut kemerdekaan ini, jangan hanya memproklamasikan kemerdekaan, tetapi harus dibuktikan dengan kerja keras dan pemerintahan yang nyata,” tegas Prabowo.

Presiden juga mengungkapkan komitmen pemerintah memperkuat swasembada energi.

Salah satunya melalui pengembangan industri berbasis kelapa sawit sebagai bahan baku energi.

Menurut Prabowo, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.

Dia menegaskan pembangunan nasional bukan semata-mata tanggung jawab Presiden dan pemerintah pusat.

Seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan lembaga negara, memiliki peran masing-masing dalam memperkuat bangsa.

“Pembangunan bangsa bukan pekerjaan hanya Presiden dan pemerintah. Kita semua harus bersatu menjalankan perannya masing-masing untuk memperkuat bangsa ini,” ujarnya.

Selain itu, Presiden menyinggung agenda legislasi dan perlindungan bagi pekerja.

Pemerintah bersama DPR RI juga didorong untuk memastikan kebijakan pembangunan berbasis data, mulai tingkat nasional hingga pedesaan.

Prabowo turut mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan keuangan negara agar benar-benar kembali untuk kepentingan masyarakat dan terhindar dari praktik korupsi.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menaruh perhatian besar pada penguatan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Merah Putih.

Pemerintah menargetkan koperasi tersebut dapat berdiri di seluruh wilayah hingga akhir 2026.

Koperasi diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat rantai pasok dan memastikan berbagai program subsidi benar-benar diterima masyarakat.

“Subsidi itu untuk rakyat, jangan diperjualbelikan seenaknya sendiri. Bukan sumber dana untuk penguasa,” tegasnya.

Sektor perikanan juga menjadi bagian dari agenda pembangunan.

Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas perikanan dan kampung nelayan, sekaligus mendorong modernisasi armada perikanan nasional agar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.

Usai mengikuti pidato Presiden, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar menilai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi pengingat pentingnya persatuan dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Menurut Umar, kedaulatan bangsa, kesejahteraan rakyat, dan kemajuan Indonesia harus menjadi tujuan bersama yang diwujudkan melalui kerja nyata.

“Persatuan dan kedaulatan bangsa, kesejahteraan rakyat, serta kemajuan Indonesia adalah tujuan yang harus kita wujudkan bersama,” kata Umar.

Dirinya juga mengajak masyarakat Bojonegoro ikut mengambil bagian dalam pembangunan, baik melalui peran sosial, ekonomi maupun kontribusi di lingkungan masing-masing.

Menutup rangkaian kegiatan, Umar menyampaikan harapan agar Indonesia terus bergerak maju dan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.

“Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Merdeka, Merdeka, Merdeka. Semoga bangsa ini senantiasa mendapat petunjuk dan perlindungan Allah SWT, terus berdiri tegak, bergerak maju, dan mempercepat roda perekonomian demi kemajuan Indonesia,” pungkasnya. (Aj)