Beranda Infotaiment 805 Pramuka Berkumpul di Mayangrejo Kalitidu Bojonegoro, Ada Pesan Mengejutkan

805 Pramuka Berkumpul di Mayangrejo Kalitidu Bojonegoro, Ada Pesan Mengejutkan

IMG 20260813 WA0058

BOJONEGORO – Sebanyak 805 Pramuka Penggalang dari 34 pangkalan gugus depan se-Kecamatan Kalitidu memadati Lapangan Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.

Mereka mengikuti Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kwarran Kalitidu 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Agustus 2026.

Jambore menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar disiplin, mandiri, bertanggung jawab sekaligus membangun semangat kebersamaan.

Peserta terdiri dari 414 penggalang putra dan 391 penggalang putri. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan mengusung tema “Memantapkan Langkah Pramuka Menuju Indonesia Emas 2024” dan motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.”

Dalam amanat pembukaan, Wakil Bupati Bojonegoro sekaligus Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, berbagai aktivitas selama jambore merupakan bagian dari pembelajaran kehidupan.

Peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berorganisasi dan bekerja sama, tetapi juga dilatih menghadapi persoalan serta mencari jalan keluar secara mandiri.

“Kalau ingin sukses dan berhasil, kuncinya adalah belajar, ikhtiar, berdoa, serta meminta restu kepada orang tua,” pesan Nurul Azizah kepada para peserta.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak terjebak dalam penggunaan teknologi secara berlebihan.

Telepon seluler dan berbagai perangkat digital, kata dia, seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan positif, termasuk menunjang proses belajar.

Pesan tersebut terasa relevan di tengah kehidupan generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi.

Pramuka diharapkan mampu menjadi ruang untuk menyeimbangkan kemampuan digital dengan kedisiplinan, tanggung jawab dan keterampilan sosial.

Selain kegiatan pembinaan karakter, kehidupan di tenda selama tiga hari juga menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta.

Mereka belajar mengatur aktivitas sejak bangun tidur, menjalankan kegiatan bersama, menjaga kedisiplinan hingga mempersiapkan kebutuhan selama berkemah.

“Jambore dengan kemah ini mengajarkan latihan hidup, mulai pagi bangun tidur sampai mau tidur lagi,” ujar Nurul Azizah.

Sementara itu, Ketua Panitia Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kwarran Kalitidu menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan dapat berjalan berkat gotong royong berbagai pihak.

Dukungan datang dari anggota gugus depan se-Kecamatan Kalitidu, subsidi Kwartir Ranting, hingga sponsorship.

Panitia juga mengapresiasi Pemerintah Desa Mayangrejo beserta jajaran dan seluruh pihak yang ikut memastikan kegiatan berjalan lancar.

Dukungan tersebut mencakup layanan kesehatan, organisasi masyarakat, pelaku usaha, ORARI, RAPI serta unsur lainnya.

Aspek kebersihan dan keamanan lapangan juga menjadi perhatian selama jambore berlangsung, termasuk penyediaan tempat sampah dan dukungan pemadam kebakaran.

Rangkaian kegiatan kemudian ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan Pramuka.

Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kwarran Kalitidu Tahun 2026.

Dengan ratusan peserta yang berkumpul dalam satu kegiatan, Jambore Kalitidu diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan berkemah.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan karakter positif, semangat kebersamaan, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab sebagai bekal generasi penerus bangsa. (Pro/aj)