Beranda Daerah Hadapi Tekanan Ekonomi Global, Bupati Bojonegoro Wahono Minta ASN Berinovasi

Hadapi Tekanan Ekonomi Global, Bupati Bojonegoro Wahono Minta ASN Berinovasi

IMG 20260609 WA0026

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kualitas sumber daya aparatur guna menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks.

Salah satunya melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2026 yang resmi dibuka pada Selasa (9/6/2026) di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur ini dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Sekretaris Daerah, Kepala BKPP Bojonegoro, perwakilan BPSDM Jawa Timur, jajaran kepala perangkat daerah, serta peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa pelatihan kepemimpinan memiliki peran penting dalam mencetak aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi begitu cepat.

Menurutnya, pejabat administrator memegang posisi strategis karena menjadi penghubung antara visi pimpinan dengan implementasi program yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karena itu, kemampuan kepemimpinan dan manajerial harus terus diperkuat agar setiap kebijakan berjalan efektif tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.

“Melalui pelatihan ini saya berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat kemampuan manajerial, serta memahami bagaimana menerjemahkan kebijakan dan arahan pimpinan menjadi program yang tepat sasaran,” ujar Bupati Wahono.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan birokrasi saat ini tidak hanya berasal dari dinamika internal pemerintahan, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi global yang berdampak terhadap kemampuan fiskal daerah.

Oleh sebab itu, perencanaan pembangunan harus dilakukan secara cermat, berkualitas, dan berorientasi jangka panjang agar tidak menimbulkan beban bagi generasi mendatang.

Selain itu, Bupati Wahono menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi dalam kepemimpinan modern.

Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh kemampuan individu semata, melainkan kemampuan seorang pemimpin dalam menyatukan potensi dan kompetensi yang dimiliki setiap anggota tim.

“Tidak ada pemimpin yang menguasai semua bidang. Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu menggerakkan, memberdayakan, dan mengakomodasi orang-orang yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing menjadi kekuatan organisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Dasar dan Manajerial BPSDM Provinsi Jawa Timur, Sri Rahayu Ningsih, menjelaskan bahwa pelatihan kepemimpinan merupakan bagian dari upaya mencetak pemimpin perubahan yang mampu membawa organisasi menuju kinerja yang lebih baik.

Menurutnya, BPSDM Jawa Timur yang berada di bawah pembinaan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia berkomitmen menjaga kualitas penyelenggaraan pelatihan, baik dari aspek pelayanan maupun mutu akademik.

“Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk melahirkan pemimpin perubahan di lingkungan birokrasi, khususnya di Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menghasilkan inovasi dan terobosan yang tidak hanya menjadi tugas akhir pelatihan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Pembukaan PKA Angkatan III Tahun 2026 ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bupati Setyo Wahono kepada perwakilan peserta.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap lahir pejabat administrator yang memiliki kapasitas kepemimpinan kuat, kemampuan manajerial yang mumpuni, serta semangat inovasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (aj)