BOJONEGORO – Stadion Letjend H. Soedirman Bojonegoro mendadak menjadi arena adu kemampuan sepak bola para kepala desa dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Namun, pertandingan dalam DPD PKDI Cup 2 Jawa Timur ini bukan semata-mata soal mengejar kemenangan.
Persaudaraan, kebersamaan, silaturahmi dan sportivitas justru menjadi warna utama turnamen yang digelar oleh Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) tersebut.
PKDI Kabupaten Bojonegoro dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan DPD PKDI Cup 2 Jawa Timur.
Kegiatan resmi dibuka pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Prosesi pembukaan ditandai dengan kick off bersama Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, dan Ketua PKDI Kabupaten Bojonegoro KRAT. Sudawam.
Setelah pembukaan, pertandingan perdana langsung menyajikan duel PKDI Kabupaten Bojonegoro melawan PKDI Kabupaten Lamongan.
Meski berada di lapangan sebagai lawan, para kepala desa tampak menikmati pertandingan dalam suasana yang cair.
Kompetisi berlangsung dengan semangat, tetapi tetap dibalut keakraban dan suasana kekeluargaan.
Ketua PKDI Kabupaten Bojonegoro KRAT. Sudawam menegaskan, DPD PKDI Cup 2 Jawa Timur dirancang bukan hanya untuk mempertemukan tim sepak bola.
Menurutnya, olahraga menjadi cara yang efektif untuk mempertemukan para kepala desa dari berbagai daerah dalam suasana yang lebih santai dan informal.
“Pertandingan ini adalah football fun. Jadi mari kita bertanding dengan santai, menyenangkan, dan tetap menjaga sportivitas. Yang paling utama adalah bagaimana kita bisa memupuk persaudaraan dengan penuh keceriaan dan keakraban,” ungkap Sudawam.
Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan skor akhir sebagai tujuan utama.
Menurut Sudawam, kemenangan di lapangan bukan satu-satunya hal yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut.
Justru, kesempatan berkumpul dan bertemu kepala desa dari berbagai kabupaten menjadi bagian penting dari DPD PKDI Cup 2 Jawa Timur.
“Bapak-bapak kepala desa, mari bertanding dengan santai dan menyenangkan. Jangan lupa jaga kondisi dan kesehatan. Semoga dalam pertandingan DPD PKDI Cup 2026 ini tidak ada yang cedera,” ujarnya.
Semangat tersebut terlihat selama pertandingan, para peserta tetap menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi suasana pertandingan tidak kehilangan nuansa persahabatan.
Bagi PKDI, kegiatan olahraga bersama seperti ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antarkepala desa.
Pertemuan di luar forum pemerintahan membuat hubungan antar peserta bisa terjalin lebih dekat dan cair.
Rangkaian pertandingan kembali digelar pada Minggu (9/8/2026) pukul 15.00 WIB.
Kali ini, PKDI Kabupaten Bojonegoro kembali masuk lapangan dan menghadapi PKDI Kabupaten Tuban.
Pertandingan tersebut kembali menjadi momentum bagi para kepala desa untuk menunjukkan semangat kompetisi sekaligus menjaga nilai fair play.
DPD PKDI Cup 2 Jawa Timur di Bojonegoro pun diharapkan tidak berhenti pada persaingan di lapangan.
Lebih jauh, ajang tersebut menjadi sarana memperkuat solidaritas, jejaring, serta silaturahmi antar kepala desa di Jawa Timur.
Dengan konsep olahraga yang mengedepankan kegembiraan dan persaudaraan, PKDI Cup 2 Jawa Timur menunjukkan bahwa sepak bola dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarpemimpin desa.
Dari Stadion Letjend H. Soedirman Bojonegoro, semangat yang dibawa bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi bagaimana seluruh peserta pulang membawa pengalaman, persahabatan, dan rasa kebersamaan yang semakin kuat. (aj)

























