BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono secara resmi menutup rangkaian Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) II Bojonegoro Tahun 2026 yang telah berlangsung meriah.
Penutupan digelar di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jumat (10/7/2026) malam, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah serta dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, pengurus olahraga, hingga para atlet.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa ajang olahraga tidak hanya menjadi arena persaingan untuk meraih gelar juara.
Lebih dari itu, Porkab menjadi wadah mempererat persaudaraan, membangun solidaritas, serta memperkuat semangat kebersamaan antar kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
“Di dalam olahraga bukan hanya persaingan, gengsi atau prestasi, tetapi ada sesuatu yang jauh lebih penting, yakni kebersamaan dan solidaritas,” ujar Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK), para camat, panitia, pelatih, hingga atlet yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Porkab II.
Meski Kecamatan Bojonegoro kembali keluar sebagai juara umum, Setyo Wahono mengingatkan bahwa capaian tersebut merupakan hal yang wajar mengingat kecamatan di pusat kota memiliki fasilitas olahraga yang lebih lengkap dibanding wilayah lain.
Sebaliknya, ia memberikan perhatian khusus kepada sejumlah kecamatan yang dinilai memiliki potensi dan fasilitas memadai, namun belum mampu mendulang banyak medali.
“Wilayah seperti Tambakrejo memiliki fasilitas yang cukup. Begitu juga Ngambon dan Purwosari, ke depan harus terus berbenah agar prestasinya semakin meningkat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Nanang Arief Sugianto, menjelaskan bahwa Porkab Bojonegoro memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.
Menurutnya, sebagian besar kabupaten maupun kota menyelenggarakan pekan olahraga berbasis klub.
Sedangkan di Bojonegoro, seluruh atlet mewakili kecamatan masing-masing sehingga pembinaan olahraga berlangsung hingga tingkat wilayah.
“Di Jawa Timur hanya sedikit daerah yang menggelar Porkab berbasis kecamatan seperti Bojonegoro. Kebanyakan daerah lain pesertanya berasal dari klub olahraga,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerataan prestasi pada Porkab II mengalami peningkatan signifikan dibanding edisi pertama tahun 2024.
Jika sebelumnya tiga kecamatan belum mampu meraih medali sama sekali, kini hanya Kecamatan Margomulyo yang masih belum berhasil membuka perolehan medali.
“Pada Porkab 2024 ada Margomulyo, Ngambon dan Temayang yang belum mendapat medali. Tahun ini tinggal Margomulyo yang belum berhasil meraih medali,” katanya.
Prosesi penutupan ditandai dengan penyerahan Piala Bergilir Porkab dari Bupati Setyo Wahono kepada Camat Bojonegoro David Prasetyo yang didampingi Ketua KOK Kecamatan Bojonegoro Saifuddin.
Selain itu, dilakukan pula penyerahan medali dan uang pembinaan secara simbolis kepada atlet-atlet berprestasi dari 27 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Porkab II Bojonegoro 2026 diikuti sebanyak 3.453 atlet dari 28 kecamatan.
Mereka bersaing pada 27 cabang olahraga dengan total 150 nomor pertandingan.
Berdasarkan klasemen akhir, Kecamatan Bojonegoro sukses mempertahankan dominasinya sebagai juara umum setelah mengoleksi 35 medali emas, 22 perak, dan 24 perunggu dengan total 208 poin.
Posisi runner-up ditempati Kecamatan Dander yang mengumpulkan 18 emas, 10 perak, dan 24 perunggu dengan total 105 poin.
Sementara Kecamatan Trucuk berada di peringkat ketiga dengan raihan 12 emas, 10 perak, dan 13 perunggu.
Adapun posisi keempat ditempati Kecamatan Kapas setelah membukukan 10 medali emas, 11 perak, dan 6 perunggu, sekaligus mengoleksi 74 poin.
Berakhirnya Porkab II menjadi penanda selesainya pesta olahraga terbesar tingkat kabupaten di Bojonegoro tahun ini.
Pemerintah Kabupaten berharap hasil kompetisi tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan atlet usia muda serta meningkatkan pemerataan prestasi olahraga di seluruh kecamatan menuju ajang yang lebih tinggi. (aj)

























