Beranda Infotaiment Melihat Little Texas Hingga Api Abadi, Ini Pengalaman Tak Terlupakan Siswa Bojonegoro

Melihat Little Texas Hingga Api Abadi, Ini Pengalaman Tak Terlupakan Siswa Bojonegoro

IMG 20260421 WA0049

BOJONEGORO – Suasana berbeda dirasakan puluhan siswa SMPN 1 Purwosari saat mengikuti penjelajahan edukatif ke sejumlah titik unggulan Geopark Bojonegoro, Selasa (21/04/2026).

Kegiatan ini bukan hanya wisata sekolah, melainkan pengalaman belajar langsung di alam terbuka yang penuh wawasan dan inspirasi.
Perjalanan dimulai dari Pusat Informasi Geologi (PIG), tempat para siswa diajak menyelami sejarah terbentuknya bumi serta kekayaan geologi Bojonegoro.

Di lokasi ini, mereka mendapat gambaran visual tentang proses alam yang berlangsung selama jutaan tahun.

Petualangan berlanjut ke Agrowisata Belimbing di Kalitidu.

Di sana, siswa tidak hanya menikmati suasana kebun, tetapi juga belajar mengenai potensi ekonomi lokal berbasis pertanian yang menjadi salah satu kekuatan daerah.

Rasa takjub semakin terasa saat rombongan mengunjungi kawasan sumur minyak tradisional di Wonocolo, Kecamatan Kedewan, yang kerap dijuluki “Little Texas”.

Aktivitas penambangan minyak secara tradisional menjadi pengalaman unik yang jarang ditemui di daerah lain.

Perjalanan ditutup dengan kunjungan ke fenomena alam legendaris, Kayangan Api.

Api abadi yang terus menyala dari dalam tanah menjadi daya tarik sekaligus bukti kekayaan geologi Bojonegoro yang luar biasa.

Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan pesan penting kepada para siswa.

Ia mengajak generasi muda untuk berperan aktif menjaga dan mempromosikan Geopark Bojonegoro, terlebih menjelang penilaian dari UNESCO pada Juli mendatang.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menambah ilmu. Kami berharap adik-adik semua bisa ikut mendukung agar Bojonegoro layak masuk dalam jaringan Geopark dunia,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki di kalangan pelajar terhadap kekayaan alam daerah.

Dengan pemahaman sejak dini, generasi muda diharapkan menjadi ujung tombak dalam pelestarian lingkungan sekaligus promosi wisata edukatif.

Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut.

Salah satunya, Muhammad Zaki Firnanda, siswa kelas 8, mengaku pengalaman belajar langsung di lapangan jauh lebih berkesan dibandingkan pembelajaran di kelas.

“Melihat langsung Geopark Bojonegoro membuat kami lebih paham tentang bentuk bumi dan kekayaan alam di daerah sendiri. Kunjungan ke PIG benar-benar membuka wawasan kami,” ungkapnya.

Selain mendapatkan pengalaman belajar, para siswa juga berharap Geopark Bojonegoro terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Dengan berbagai potensi geoheritage yang dimiliki, mulai dari fosil purba, struktur batuan unik hingga fenomena api abadi, Bojonegoro dinilai memiliki peluang besar untuk mendapat pengakuan lebih luas, bahkan hingga tingkat dunia. (aj)