Beranda Infotaiment Mahasiswa STIKES MABORO Diajak Jadi Agen Perubahan Lawan Narkoba di Bojonegoro

Mahasiswa STIKES MABORO Diajak Jadi Agen Perubahan Lawan Narkoba di Bojonegoro

IMG 20260612 WA0055

BOJONEGORO – Upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari ancaman narkoba terus diperkuat.

STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (STIKES MABORO) menggandeng Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Bojonegoro menggelar kuliah umum bertema Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Jumat (12/6/2026).

Mengusung tema “Pencegahan Narkoba, Menolak Narkoba, Membangun Karakter Kuat dan Mental Tangguh”, kegiatan yang berlangsung di Auditorium STIKES MABORO itu diikuti ratusan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata kampus dalam memperkuat kesadaran sivitas akademika terhadap bahaya narkoba yang semakin mengancam berbagai lapisan masyarakat.

Sejumlah narasumber hadir memberikan pemahaman komprehensif terkait ancaman narkoba, di antaranya Kepala Bidang Advokasi LAN Kabupaten Bojonegoro Moch. Tohirin, S.HI., M.H., CLMC, Ketua LAN Kabupaten Bojonegoro Kusprianto, S.T., Kanit Samapta Polres Bojonegoro IPTU Didik U., serta Rektor STIKES MABORO Drs. H. Ns. Sudalhar, M.Kep.

Dalam pemaparannya, Moch. Tohirin menekankan pentingnya peran mahasiswa, khususnya mahasiswa kesehatan, dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, mahasiswa kesehatan memiliki posisi strategis karena kelak akan terjun langsung memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.

“Mahasiswa kesehatan harus memahami bahaya narkoba secara menyeluruh, baik dari aspek kesehatan, sosial, maupun hukum. Kalian adalah generasi yang akan menjadi ujung tombak edukasi di masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa upaya penanggulangan narkoba tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mencakup empat pilar utama P4GN, yakni pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, serta pemutusan rantai peredaran narkotika.

Lebih lanjut, Tohirin mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi positif dan mengedukasi lingkungan sekitarnya mengenai bahaya narkoba.

“Jangan pernah menjadi pengguna, apalagi pengedar. Jadilah pelopor yang mampu mengajak keluarga, teman, dan masyarakat untuk menjauhi narkoba,” tegasnya.

Menurutnya, sosialisasi semacam ini sangat relevan karena sebagian besar peserta merupakan mahasiswa baru yang berada pada usia rentan terhadap berbagai pengaruh negatif.

Oleh karena itu, dukungan keluarga, lingkungan, dan institusi pendidikan menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan diri generasi muda.

Dia juga memberikan apresiasi kepada STIKES MABORO yang dinilai aktif menghadirkan program edukatif bagi mahasiswa.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran terhadap bahaya narkoba terus meningkat.

Antusiasme peserta pun terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif mengikuti sesi diskusi, menjawab pertanyaan dari narasumber, hingga terlibat dalam berbagai sesi interaktif yang dikemas menarik dan komunikatif.

Sementara itu, Ketua LAN Kabupaten Bojonegoro, Kusprianto, mengungkapkan bahwa kondisi peredaran narkoba di Bojonegoro memerlukan perhatian serius.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, Bojonegoro saat ini berada pada kategori zona kuning narkoba.

“Status zona kuning menunjukkan bahwa tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan. Indikasi penyalahgunaan narkoba sudah mulai menyentuh kalangan pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.

Karena itu, LAN Bojonegoro berkomitmen memperluas sosialisasi P4GN ke berbagai lapisan masyarakat sebagai langkah preventif untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba.

Selain edukasi, LAN juga mendukung rencana pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bojonegoro yang diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kasus narkoba di daerah.

Tak hanya fokus pada narkoba, LAN Bojonegoro juga terus mengkampanyekan pola hidup sehat melalui gerakan kawasan bebas rokok dan bebas vape sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga Bojonegoro agar terbebas dari ancaman narkoba. Aku Wong Bojonegoro, Ora Nganggo Narkoba,” tegas Kusprianto.

Di sisi lain, Rektor STIKES MABORO, Sudalhar, menegaskan komitmen kampus dalam mendukung penuh program P4GN.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang kuat.

“Kami ingin mewujudkan STIKES MABORO sebagai Kampus Bersinar atau Bersih dari Narkoba. Lulusan kami harus menjadi tenaga kesehatan profesional yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” katanya.

Dirinya menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni.

Selain itu, kampus turut mendukung rencana pembentukan Pos Pelayanan BNN Bojonegoro sebagai langkah awal memperkuat layanan pencegahan dan penanganan narkoba di daerah.

Sebagai bentuk apresiasi, pihak STIKES MABORO menyerahkan piagam penghargaan kepada para narasumber yang telah memberikan edukasi dan motivasi kepada peserta.

Melalui kegiatan ini, kampus, aparat penegak hukum, dan masyarakat menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. (aj)