BOJONEGORO – Kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tidak berfungsi di jalur Bojonegoro-Babat tepatnya di wilayah Tertekkembar, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan.
Pasalnya, lampu jalan di kawasan tersebut dilaporkan sudah beberapa minggu tidak menyala sehingga membuat ruas jalan menjadi gelap saat malam hari.
Padamnya penerangan jalan itu menjadi perhatian masyarakat karena lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu titik yang cukup rawan kecelakaan.
Selain kondisi jalan yang bergelombang di beberapa bagian, minimnya pencahayaan dinilai semakin meningkatkan risiko bagi pengendara yang melintas.
Keluhan tersebut disampaikan AR (43), warga Baureno yang mengaku kerap melintasi jalur tersebut pada malam hari.
Menurutnya, kondisi jalan yang gelap sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.
“Di sini memang rawan kecelakaan karena kondisi jalannya bergelombang. PJU yang mati itu mulai dari timur Kantor Pertanian sampai sekitar area timbangan, panjangnya kurang lebih 700 meter,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
AR menambahkan, situasi menjadi semakin berbahaya ketika arus lalu lintas sedang sepi atau saat kendaraan besar tidak melintas.
Pengendara harus lebih waspada karena jarak pandang sangat terbatas akibat minimnya penerangan.
“Kalau malam hari dan tidak ada kendaraan yang lewat, kondisinya sangat gelap. Pengguna jalan tentu merasa khawatir saat melintas di sini,” tambahnya.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan dan perbaikan terhadap fasilitas penerangan jalan tersebut.
Mereka menilai keberadaan PJU sangat penting untuk menunjang keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama di jalur yang setiap hari dilalui kendaraan dari arah Bojonegoro maupun Babat.
Dengan segera berfungsinya kembali lampu penerangan jalan, masyarakat berharap potensi kecelakaan dapat diminimalkan dan aktivitas lalu lintas pada malam hari dapat berlangsung lebih aman. (aj)

























