Beranda Daerah Momen Langka, ASN Bojonegoro Dilepas Khusus Jelang Haji, Ini Pesan Bupati

Momen Langka, ASN Bojonegoro Dilepas Khusus Jelang Haji, Ini Pesan Bupati

IMG 20260501 WA0019

BOJONEGORO – Rasa haru dan khidmat menyelimuti prosesi pelepasan 102 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2026.

Kegiatan yang dirangkai dengan doa bersama ini digelar di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (30/4/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta Ketua TP PKK Cantika Wahono.

Momen ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya para ASN calon jamaah haji dikumpulkan secara khusus sebelum keberangkatan.

Kegiatan ini bentuk penghormatan atas dedikasi para ASN Bojonegoro selama mengabdi kepada masyarakat.

Dari total 102 jamaah, sektor pendidikan menjadi yang paling dominan dengan 62 orang berprofesi sebagai guru.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa kesempatan berhaji adalah panggilan istimewa yang tidak dimiliki semua orang.

“Ini adalah panggilan dari Allah. Kami tidak bisa bersilaturahmi satu per satu, sehingga melalui momen ini kami menitipkan doa,” ujarnya.

Bupati juga berharap para jamaah menyelipkan doa untuk kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Bojonegoro saat berada di Tanah Suci.

“Mohon doakan agar Bojonegoro senantiasa diberi kemudahan, masyarakatnya sejahtera, dan daerah ini semakin membanggakan. Jaga kesehatan, jaga hati, dan semoga kembali dengan predikat haji mabrur,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran keberangkatan di tengah situasi global yang sempat menimbulkan kekhawatiran.

“Di tengah kondisi dunia yang tidak menentu, ini adalah nikmat luar biasa. Bapak/Ibu tetap bisa berangkat sebagai tamu Allah,” ungkapnya.

Dia juga menyebut bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif langsung Bupati sebagai bentuk apresiasi non-materi kepada ASN.

Nurul menekankan pentingnya menjaga tiga hal utama selama menjalankan ibadah haji, yakni kesehatan fisik, semangat, dan kestabilan emosi.

“Kalau kesehatan tidak terjaga, ibadah tidak akan maksimal. Jaga emosi agar tetap tenang, sehingga ibadah bisa khusyuk dan membawa keberkahan,” tambahnya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang penuh harap serta pemberian cinderamata kepada para calon jamaah haji, sebagai simbol dukungan dan doa dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. (aj)