Beranda TNI/POLRI Kunjungan Gubernur Jatim di Sukodadi Lamongan, Sembako Murah Jadi Rebutan Warga

Kunjungan Gubernur Jatim di Sukodadi Lamongan, Sembako Murah Jadi Rebutan Warga

IMG 20260305 WA0034

LAMONGAN – Suasana di lapangan depan Kantor Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, mendadak riuh rendah, Kamis (5/3/2026).

Bukan tanpa alasan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung meninjau Pasar Murah Komoditas Pangan dan Produk IKM yang menjadi oase bagi dompet warga Lamongan di tengah fluktuasi harga.

Tak sendirian, kehadiran orang nomor satu di Jatim ini dikawal ketat oleh sinergi lintas sektor, termasuk Danramil 0812/14 Sukodadi, Kapten Inf Sobar, bersama jajaran Muspika dan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

Gubernur Khofifah tiba sekitar pukul 14.40 WIB dan langsung “blusukan” ke stan-stan sembako.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga Lamongan yang luar biasa lantaran komoditas seperti beras, minyak goreng, dan gula dijual dengan harga subsidi yang jauh di bawah pasar.

Gubernur juga menyempatkan diri berdialog dengan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lokal untuk memastikan produk unggulan Sukodadi tetap eksis dan berdaya saing.

Danramil Sukodadi, Kapten Inf Sobar, menegaskan bahwa kehadiran personel TNI di lokasi bukan sekedar urusan pengamanan protokol.

Lebih dari itu, TNI Lamongan hadir untuk memastikan program pemerintah ini benar-benar sampai ke tangan rakyat yang membutuhkan.

“Kehadiran kami adalah komitmen nyata TNI mendukung pemerintah meringankan beban ekonomi masyarakat. Pasar murah ini adalah solusi konkret di tengah ketidakpastian harga pangan,” tegas Kapten Inf Sobar.

Ia juga menambahkan bahwa Koramil akan terus memantau stok pangan di pasar-pasar tradisional wilayah Sukodadi agar tidak terjadi kelangkaan atau penimbunan yang merugikan warga Lamongan.

Meski dipadati ratusan warga yang ingin mendapatkan sembako murah, koordinasi solid antara TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Lamongan membuat acara berjalan kondusif.

Kapten Sobar pun mengapresiasi kedisiplinan warga Sukodadi, Lamong yang tetap tertib mengantri.

“Kami siap mengawal setiap operasi pasar agar tepat sasaran. Ketahanan pangan wilayah adalah harga mati,” pungkasnya. (as)