Beranda Infotaiment Rahasia Lezat Bongko Kopyor Mengare, Takjil Favorit Warga Gresik

Rahasia Lezat Bongko Kopyor Mengare, Takjil Favorit Warga Gresik

IMG 20260302 WA0035

GRESIK – Ramadan di Kota Santri Gresik belum lengkap tanpa mencicipi kuliner manis yang satu ini.

Namanya unik, rasanya autentik, dan aromanya begitu menggoda.

Ya, inilah Bongko Kopyor Mengare, takjil khas dari Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, yang selalu jadi primadona setiap bulan puasa.

Bagi yang baru mendengar namanya, mungkin akan bertanya-tanya, “Makanan apa itu”.

Nama “bongko” sendiri merujuk pada cara penyajiannya yang dibungkus daun pisang.

Sementara “kopyor” menggambarkan sensasi lembut dan gurih dari campuran santan serta kelapa muda di dalamnya.

Daya tarik pertama Bongko Kopyor sudah terasa sejak masih terbungkus rapi.

Daun pisang dilipat tebal dan disemat lidi kecil sebagai pengunci.

Sekilas tampak sederhana, namun justru di situlah pesona tradisionalnya.

Begitu bungkusnya dibuka, barulah rahasianya terungkap.

Di dalamnya tersaji perpaduan sagu mutiara merah, bubur tepung beras lembut, potongan kelapa muda (degan), irisan nangka, kolang-kaling kenyal, hingga potongan roti tawar.

Semua bahan tersebut dikukus hingga matang dan kemudian disiram santan kental yang telah diberi sentuhan daun pandan.

Aroma harum langsung menyeruak. Wangi pandan berpadu dengan gurih santan menciptakan sensasi yang sulit ditolak, apalagi setelah seharian menahan haus dan lapar.

Bongko Kopyor memiliki cita rasa manis yang lembut, namun meninggalkan jejak gurih di akhir suapan.

Teksturnya semi kuah, lembut, dan menyegarkan. Tak heran jika kuliner ini selalu jadi pilihan favorit untuk berbuka puasa.

Selain rasanya yang khas, harganya pun ramah di kantong.

Di berbagai lapak takjil Ramadan, Bongko Kopyor khas Gresik ini biasanya dibanderol antara Rp10.000 per bungkus.

Dengan harga tersebut, penikmat kuliner sudah bisa merasakan perpaduan rasa tradisional yang autentik.

Asal-Usul dari Pulau Mengare
Nama “Mengare” yang selalu melekat di belakangnya bukan tanpa alasan.

Kudapan ini berasal dari Pulau Mengare, wilayah pesisir di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

Warga setempat dikenal sebagai pencetus sekaligus pelestari resep turun-temurun ini.

Meski kini mudah ditemukan di berbagai sudut kota Gresik saat Ramadan, sebagian pemburu kuliner memilih datang langsung ke Mengare untuk merasakan sensasi membeli dari tempat asalnya.

Perjalanan menuju pulau tersebut memang harus melewati jalan poros yang panjang dan berkelok, namun terbayar lunas dengan cita rasa yang otentik.

Bagi para food traveler dan pecinta jajanan tradisional, Bongko Kopyor Mengare Gresik adalah destinasi rasa yang wajib masuk daftar incaran.

Kuliner ini bukan hanya soal manisnya takjil, tetapi juga tentang warisan budaya yang tetap lestari di tengah gempuran makanan modern.

Ramadan memang identik dengan tradisi berburu takjil. Namun di Gresik, ada satu nama yang selalu menjadi legenda setiap tahunnya yaitu Bongko Kopyor Mengare. (rif)