Beranda Daerah Puluhan Proyek Air Dikebut, Bojonegoro Pasang Strategi Cegah Kekeringan

Puluhan Proyek Air Dikebut, Bojonegoro Pasang Strategi Cegah Kekeringan

IMG 20260717 WA0003

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) bergerak cepat memperkuat ketahanan sektor pertanian menghadapi puncak musim kemarau 2026.

Berbagai proyek strategis mulai dari pembangunan embung, normalisasi sungai, rehabilitasi waduk hingga perluasan jaringan irigasi dipercepat agar pasokan air bagi petani tetap terjaga selama Musim Tanam III (MT III).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi kekeringan yang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kebutuhan air irigasi tetap terpenuhi, mengurangi risiko penyusutan debit air, sekaligus menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, mengatakan seluruh program pembangunan infrastruktur air dirancang berdasarkan pemetaan wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas.

Menurutnya, strategi yang dilakukan tidak sebatas pemeliharaan rutin, tetapi berupa intervensi yang lebih adaptif agar mampu menjawab tantangan perubahan cuaca.

“Musim Tanam III merupakan fase penting bagi petani. Karena itu kami terus memperbesar kapasitas tampungan air melalui pembangunan dan normalisasi embung maupun waduk, sekaligus memperbaiki jaringan distribusi agar air dapat mengalir hingga ke bagian hilir saluran irigasi. Target kami adalah menekan potensi gagal panen dan menjaga ketahanan pangan Bojonegoro,” ujarnya.

Untuk meningkatkan cadangan air, Dinas PU SDA telah menyelesaikan normalisasi Embung Sambongrejo di Kecamatan Sumberrejo dan Embung Pojok di Kecamatan Purwosari.

Di saat yang sama, pembangunan embung baru juga terus berlangsung di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, serta Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru. Sementara itu, normalisasi Embung Sumbergede juga masih dikerjakan.

Selain embung, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan Waduk Pasinan di Kecamatan Baureno, Waduk Watang di Kecamatan Tambakrejo, serta rehabilitasi Waduk Rowoglandang sebagai bagian dari strategi memperbesar kapasitas penyimpanan air untuk menghadapi musim kering.

Tidak hanya fokus pada tampungan air, Dinas PU SDA juga mempercepat normalisasi sungai dan saluran pembuang atau afvoer.

Program ini bertujuan memperlancar aliran air menuju lahan pertanian sekaligus mengurangi sedimentasi yang selama ini menghambat distribusi air.

Normalisasi sungai telah dilakukan di Desa Gondang dan Senganten, Kecamatan Gondang, serta Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu.

Sementara proses pekerjaan masih berlangsung di Sungai Gandong, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, serta saluran afvoer di Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, dan Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari.

Di sisi lain, jaringan irigasi juga menjadi perhatian utama. Dinas PU SDA membangun saluran irigasi baru di berbagai wilayah, mulai Kecamatan Padangan, Ngraho, Kasiman, Kedewan, Bojonegoro, Gondang, Sekar, Sumberrejo, Balen, Dander, Trucuk, Kalitidu, Kanor, Kedungadem hingga Baureno.

Tak hanya pembangunan baru, rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah ada juga dilakukan di sejumlah kecamatan seperti Dander, Padangan, Trucuk, Tambakrejo, Kedewan, Bubulan, dan Ngraho agar distribusi air menjadi lebih efisien serta mengurangi kehilangan air akibat kerusakan saluran.

Retno berharap rangkaian pembangunan infrastruktur sumber daya air tersebut mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi ancaman kekeringan.

Dengan kapasitas tampungan yang lebih besar, aliran sungai yang lancar dan jaringan irigasi yang semakin baik, kebutuhan air pertanian di Bojonegoro diharapkan tetap tercukupi sehingga produktivitas petani dapat terus terjaga meski memasuki musim kemarau.

Program ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur air yang berkelanjutan, adaptif dan tepat sasaran demi mendukung kesejahteraan para petani di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro. (aj)