Beranda Daerah Kemarau Mencekik, PMI Bojonegoro Gercep Kirim Air Bersih

Kemarau Mencekik, PMI Bojonegoro Gercep Kirim Air Bersih

IMG 20260831 WA0007

BOJONEGORO — Musim kemarau membuat kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro meningkat.

Menjawab kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Hingga Sabtu (29/8/2026), aksi kemanusiaan tersebut telah berlangsung selama 19 hari dan menjangkau warga di tujuh kecamatan.

Total air bersih yang telah didistribusikan mencapai sekitar 190 ribu liter.

Gerak cepat PMI Bojonegoro tersebut mendapat apresiasi dari Dewan Kehormatan PMI Provinsi Jawa Timur.

Apresiasi disampaikan saat jajaran PMI Jatim melakukan monitoring dan evaluasi (monev) langsung terhadap pelaksanaan distribusi air bersih di Desa Tambakromo, Kecamatan Malo.

Dewan Kehormatan PMI Provinsi Jawa Timur, Ang Herman Anggrek, bersama staf PMI Jatim turun ke lokasi untuk melihat secara langsung pelayanan kepada masyarakat.

Monev dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif sekaligus benar-benar menjawab kebutuhan warga di tengah musim kemarau.

“Pelayanan sangat bagus, airnya sangat bagus juga sehingga masyarakat senang,” ujar Ang Herman Anggrek.

Kedatangan rombongan PMI Provinsi Jawa Timur tersebut disambut Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Bojonegoro Herry Sudjarwo, Wakil Ketua PMI Bojonegoro Mardikun, Sekretaris PMI Kabupaten Bojonegoro Nova Nevilla, Wakil Sekretaris Nur Hamid, Ketua Bidang Pelayanan Bencana Mariyanto, serta Ketua Bidang Kemitraan dan Kerja Sama Agus Susetyo.

Koordinator Program Air Bersih PMI Kabupaten Bojonegoro Wahyu Theo Alfian mengatakan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pengiriman air kepada warga.

Setiap kegiatan distribusi juga disertai edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.

Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga mendorong masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Selain kita mendistribusikan air bersih, kita juga melaksanakan promosi kebersihan dan kesehatan,” jelas Wahyu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PMI menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang lebih menyeluruh, terutama bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.

Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Bojonegoro Herry Sudjarwo menjelaskan bahwa penentuan lokasi distribusi dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak.

Salah satu mitra utama dalam menentukan wilayah sasaran adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro.

Koordinasi dilakukan untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan pasokan air bersih.

Menurut Herry, sinergi tersebut menjadi salah satu faktor penting agar distribusi bantuan dapat berlangsung tepat sasaran dan berjalan lancar.

“Dalam pelaksanaan distribusi air bersih, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BPBD terkait titik lokasi yang akan dituju, sehingga kolaborasi kegiatan distribusi air bersih bisa berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Dengan distribusi yang terus berjalan, PMI Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa respon terhadap dampak kemarau tidak hanya sebatas menyediakan air bersih.

Pelayanan kemanusiaan juga dibarengi edukasi kesehatan serta kolaborasi lintas lembaga agar bantuan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. (aj)