Beranda TNI/POLRI TMMD ke-129 Bojonegoro Kolaborasi dengan Tagana, Siswa SD Kesongo Dilatih Siaga Bencana

TMMD ke-129 Bojonegoro Kolaborasi dengan Tagana, Siswa SD Kesongo Dilatih Siaga Bencana

IMG 20260805 WA0012

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.

Melalui kolaborasi Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), para siswa juga mendapatkan pembekalan penting tentang mitigasi bencana melalui program Tagana Masuk Sekolah, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan yang digelar di SDN Kesongo 1, SDN Satu Atap, tersebut bertujuan menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak usia dini.

Materi yang diberikan meliputi cara menghadapi gempa bumi, banjir, hingga angin puting beliung agar anak-anak mampu menyelamatkan diri dengan benar saat kondisi darurat.

Koordinator Tagana Kabupaten Bojonegoro, Ach. Mukafi, mengatakan bahwa edukasi kebencanaan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko korban ketika bencana terjadi.

“Melalui program Tagana Masuk Sekolah, kami ingin anak-anak mengenal berbagai jenis bencana dan memahami langkah-langkah penyelamatan diri. Tujuan utamanya adalah membangun kesiapsiagaan sejak dini sehingga mereka tidak panik saat menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Mukafi mengingatkan siswa agar tidak bermain di aliran sungai, saluran air, maupun gorong-gorong ketika banjir datang karena sangat berbahaya.

Ia juga mengajak siswa mengenali pentingnya menjaga lingkungan, seperti membersihkan saluran air untuk mengurangi potensi banjir.

Selain itu, siswa dikenalkan dengan konsep tas siaga bencana yang berisi dokumen penting dan perlengkapan darurat.

Mereka juga diajarkan mematikan aliran listrik sebelum mengungsi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk bertahan di rumah.

Saat menjelaskan mitigasi gempa bumi, Mukafi menekankan pentingnya tetap tenang, mencari perlindungan yang aman, kemudian menuju titik kumpul sesuai prosedur evakuasi yang telah ditentukan sekolah.

“Jangan panik ketika terjadi bencana. Tetap tenang, lindungi diri, lalu ikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul. Dengan pengetahuan yang benar, risiko menjadi korban dapat ditekan,” jelasnya.

Dia juga memastikan masyarakat tidak perlu takut mengungsi apabila terjadi bencana karena pemerintah bersama berbagai instansi, termasuk Dinas Sosial, BPBD, TNI dan Polri, telah menyiapkan lokasi pengungsian beserta kebutuhan dasar bagi para korban.

Sementara itu, Kepala SDN Kesongo 1, Suroto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro bersama Tagana dalam memberikan edukasi kepada para siswa.

Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat karena mampu menambah wawasan sekaligus keterampilan anak-anak dalam menghadapi kondisi darurat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini. Harapan kami kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan dan memahami prosedur yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Dengan begitu mereka lebih siap dan dapat meminimalkan risiko saat menghadapi bencana alam,” ungkap Suroto.

Melalui program Tagana Masuk Sekolah yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan TMMD ke-129 di Desa Kesongo, diharapkan budaya sadar bencana semakin tertanam di lingkungan sekolah.

Edukasi sejak dini dinilai menjadi investasi penting dalam menciptakan generasi yang tangguh, sigap, dan mampu melindungi diri maupun orang lain ketika bencana datang. (aj)