Beranda Daerah Bojonegoro Optimalkan Telur, Ikan dan Susu untuk Tekan Stunting

Bojonegoro Optimalkan Telur, Ikan dan Susu untuk Tekan Stunting

IMG 20260707 WA0025

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program berbasis keluarga.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggandeng Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi protein hewani sebagai fondasi utama mencetak generasi sehat dan berkualitas.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sarasehan bertajuk “Membangun Generasi Unggul Dimulai dari Keluarga dengan Konsumsi Protein Asal Hewani untuk Mencegah Stunting” yang digelar di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara Pemkab Bojonegoro dan Unair dalam mengoptimalkan potensi daerah, khususnya sektor peternakan dan perikanan, agar mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan bahwa keluarga memegang peran paling penting dalam membangun generasi yang sehat.

Menurutnya, edukasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani seperti telur, ikan, daging, dan susu harus terus digencarkan hingga ke tingkat rumah tangga.

Ia menilai pemenuhan gizi anak merupakan investasi terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada generasi penerus bangsa.

“Investasi yang paling menguntungkan bukanlah emas ataupun tanah, tetapi memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang baik. Dari sinilah akan lahir generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Cantika juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin bersama Universitas Airlangga selama lima tahun terakhir.

Berbagai program pendampingan yang telah berjalan dinilai memberikan dampak positif, mulai dari pengembangan peternakan hingga pemantauan status gizi anak-anak sekolah di Bojonegoro.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair, Prof. Dr. Lilik Maslachah, menjelaskan bahwa upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak awal kehidupan, bahkan sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurutnya, Bojonegoro memiliki potensi besar dalam menyediakan sumber protein hewani berkualitas melalui berbagai program unggulan daerah, seperti Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), budidaya lele keluarga, hingga pengembangan peternakan domba.

Program-program tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan pangan asal hewan yang memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh sumber gizi berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Tak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, hasil edukasi ini akan diteruskan oleh kader PKK kecamatan dan kelompok kerja (Pokja) hingga ke tingkat desa dan dasawisma.

Dengan cara tersebut, informasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani diharapkan menjangkau lebih banyak keluarga.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kolaborasi bersama Universitas Airlangga tidak sekedar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan gerakan bersama di tengah masyarakat untuk memperkuat ketahanan gizi keluarga.

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, kader PKK, dan masyarakat, Bojonegoro optimistis mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul di masa depan. (Pro/aj)