Beranda Daerah Tak Hanya Wisata, Galeri Bengawan Diproyeksikan Jadi Motor Perputaran Ekonomi Bojonegoro

Tak Hanya Wisata, Galeri Bengawan Diproyeksikan Jadi Motor Perputaran Ekonomi Bojonegoro

IMG 20260705 WA0021

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Festival Wisata Buah dan Sayuran yang resmi dibuka Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, di Obyek Wisata Galeri Bengawan, Kecamatan Trucuk, Minggu (5/7/2026).

Festival yang digelar bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro ini menjadi ajang promosi wisata sekaligus etalase hasil pertanian lokal.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap potensi buah, sayuran dan produk unggulan desa semakin dikenal luas serta mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dalam sambutannya, Nurul Azizah menegaskan bahwa Galeri Bengawan tidak cukup hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga harus mampu menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi desa.

Menurutnya, kemandirian fiskal dapat terwujud apabila destinasi wisata mampu menghasilkan pemasukan dan mengelola operasionalnya secara mandiri tanpa terus bergantung pada bantuan pemerintah.

“Kemandirian fiskal adalah galeri ini mampu beroperasi, memperoleh pendapatan, kemudian mengelola belanjanya sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar kawasan wisata tersebut dihidupkan secara rutin setiap hari Minggu melalui berbagai aktivitas, mulai dari senam bersama, pasar buah dan sayuran segar, hingga penjualan produk UMKM.

Dengan begitu, kunjungan wisatawan akan terus meningkat dan roda perekonomian masyarakat sekitar ikut bergerak.

Menurut Wakil Bupati, strategi tersebut juga menjadi solusi untuk menyebarkan pusat keramaian agar tidak hanya terfokus di kawasan perkotaan.

“Aktivitas ekonomi diharapkan tumbuh merata hingga tingkat kecamatan dan desa,” ujarnya.

Selain sektor pariwisata, Nurul Azizah kembali menegaskan komitmen Pemkab Bojonegoro terhadap dua program prioritas, yakni kesehatan dan pertanian.

Di bidang kesehatan, pemerintah memastikan layanan BPJS Universal Health Coverage (UHC) tetap berjalan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan lebih mudah.

Pemkab juga telah menghadirkan empat layanan medis unggulan di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo agar warga tidak perlu lagi menjalani rujukan ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis tertentu.

Sementara itu, pada sektor pertanian, Pemkab Bojonegoro terus memperkuat produktivitas petani melalui pengembangan Bibit Padi Gamagora hasil kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati berharap Festival Wisata Buah dan Sayuran menjadi momentum untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dirinya menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah, memperkuat kemandirian ekonomi desa, dan memastikan berbagai program strategis berjalan optimal demi kemajuan Bojonegoro. (Pro/aj)