Beranda Infotaiment BRI Peduli Buka Peluang Usaha Baru bagi Puluhan Purna PMI di Cirebon

BRI Peduli Buka Peluang Usaha Baru bagi Puluhan Purna PMI di Cirebon

IMG 20260630 WA0065

CIREBON – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program tanggung jawab sosial BRI Peduli kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

Kali ini, BRI menggelar Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) bagi 60 mantan pekerja migran asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Program tersebut dirancang untuk membantu para purna PMI yang telah kembali ke Indonesia agar mampu membangun kehidupan ekonomi yang lebih mandiri melalui pengembangan usaha produktif.

Kegiatan yang berlangsung di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon itu menghadirkan berbagai materi praktis yang dibutuhkan calon maupun pelaku usaha.

Mulai dari dasar-dasar kewirausahaan, pemetaan potensi bisnis dan peluang pasar lokal, penyusunan rencana usaha, manajemen produksi, pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga penguatan mental sebagai seorang wirausaha.

Tak berhenti pada pelatihan di kelas, peserta juga memperoleh pendampingan bisnis setelah pelatihan selesai.

Langkah ini dilakukan agar usaha yang dirintis dapat berkembang lebih optimal, memiliki daya saing, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa program pemberdayaan ini merupakan bagian dari upaya BRI dalam meningkatkan kapasitas purna PMI agar tidak hanya bergantung pada pekerjaan di luar negeri, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi di daerah asalnya.

Menurutnya, pelatihan tersebut membekali peserta dengan keterampilan kewirausahaan, kemampuan menyusun strategi bisnis, serta pengetahuan dalam mengelola usaha secara berkelanjutan.

“Melalui dukungan para mentor yang berpengalaman, kami berharap para purna PMI mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat di daerah masing-masing,” ujar Dhanny.

Program ini dinilai sangat relevan mengingat Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan jumlah pekerja migran Indonesia terbanyak.

Berdasarkan data penempatan PMI hingga Desember 2025, Jawa Barat menyumbang sekitar 21,93 persen dari total pekerja migran nasional.

Sementara itu, Kabupaten Cirebon masuk dalam lima besar daerah asal pekerja migran di Indonesia dengan kontribusi sekitar 4,02 persen.

Jumlah PMI dari wilayah tersebut juga mengalami kenaikan sekitar 15,51 persen sepanjang 2025, dari 767 orang menjadi 886 orang.

Melihat tren tersebut, BRI menilai Kabupaten Cirebon menjadi wilayah strategis untuk pelaksanaan program pemberdayaan.

Harapannya, semakin banyak purna PMI yang mampu membangun usaha produktif sehingga tercipta sumber penghasilan yang berkelanjutan di dalam negeri.

Salah satu peserta pelatihan, Tanipa, purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut.

Perempuan yang pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura itu mengatakan materi yang diberikan sangat membantu dalam memahami cara membangun dan mengembangkan usaha.

Selain belajar mengenai penyusunan model bisnis, ia juga mendapatkan wawasan tentang literasi keuangan, pengelolaan modal, hingga strategi mengembangkan usaha agar lebih berkembang.

Tanipa berharap program pemberdayaan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak purna PMI yang memiliki bekal untuk membuka usaha sendiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga setelah kembali ke Indonesia. (aj)