BOJONEGORO – Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi batik dan budaya daerah.
Festival tahunan yang digelar di Alun-Alun Bojonegoro itu juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas melalui Lomba Mendongeng Imajinasi tingkat SD/MI yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026).
Mengangkat tema “Kain Istimewa Pemberian Raja”, kompetisi ini sukses menyedot perhatian masyarakat.
Sebanyak 32 peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Bojonegoro tampil penuh percaya diri membawakan cerita-cerita imajinatif di hadapan dewan juri dan para penonton.
Satu per satu peserta naik ke panggung utama dengan gaya khas masing-masing.
Mereka tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga menampilkan kemampuan ekspresi, penghayatan karakter, hingga penggunaan kostum yang menarik.
Penampilan tersebut membuat suasana BWBF 2026 semakin hidup dan penuh warna.
Perwakilan dewan juri, Agung Ridwan Asmaka, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang telah memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sejak usia dini.
Menurutnya, kegiatan seperti lomba mendongeng memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda, terutama dalam meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas, serta rasa percaya diri.
“Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga proses belajar dan bertumbuh. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus mengekspresikan ide dan imajinasi mereka,” ujarnya.
Dewan juri lainnya yang terlibat dalam penilaian antara lain Oky Dwi Wicahyo dari Sanggar Sedhet Srepet dan Ahmad Agung Verianto dari Sanggar Dongeng Indonesia.
Ketiganya menilai kemampuan peserta dari berbagai aspek, mulai dari teknik bercerita, penguasaan panggung, ekspresi, hingga kreativitas penyampaian cerita.
Sorotan utama lomba kali ini datang dari Gefia Lebda Supratiwi, siswi kelas 6 SDN Jatiblimbing 2 Dander yang berhasil meraih Juara I.
Keberhasilannya tidak lepas dari pengalaman tampil di depan publik yang telah dijalani sejak kecil.
Sang ibu, Tiwi, mengungkapkan bahwa putrinya memiliki semangat tinggi dalam mengikuti perlombaan.
Bahkan, seluruh persiapan kostum dan riasan wajah dilakukan sendiri oleh Gefia sebagai bentuk keseriusannya mengikuti ajang tersebut.
Tak kalah menarik, peserta lain bernama Zadev Ahmad Sakha dari MIN 1 Bojonegoro juga menjadi perhatian.
Menurut sang ibu, Roviatul Andevia, persiapan lomba telah dilakukan sejak awal bulan.
Mulai dari menyusun naskah, menyiapkan kostum, hingga latihan intensif dilakukan demi memberikan penampilan terbaik.
Zadev diketahui telah aktif mengikuti berbagai perlombaan sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
Beragam prestasi pernah diraihnya, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga pernah mewakili Bojonegoro pada ajang tingkat provinsi.
Bahkan, ia juga sempat mengikuti kompetisi daring berskala internasional.
Meski demikian, Roviatul selalu menanamkan pemahaman kepada putranya bahwa setiap perlombaan bukan semata-mata tentang kemenangan.
Pengalaman, keberanian tampil, dan proses belajar menjadi nilai penting yang harus diperoleh dalam setiap kompetisi.
Melalui Lomba Mendongeng Imajinasi ini, BWBF 2026 kembali membuktikan diri sebagai festival yang tidak hanya mempromosikan kekayaan wastra dan budaya lokal, tetapi juga menjadi wadah pengembangan potensi generasi muda.
Kegiatan tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya minat literasi, seni bertutur, serta kreativitas anak-anak Bojonegoro di tengah perkembangan era digital. (aj)
Daftar Pemenang Lomba Mendongeng Imajinasi BWBF 2026
Juara I: Gefia Lebda Supratiwi (Kelas 6 SDN Jatiblimbing 2 Dander)
Juara II: Aerilyn Belivania Maysandhy (Kelas 6 SDN Kadipaten 1 Bojonegoro)
Juara III: Almira Sofia Putri Hidayat (Kelas 6 SDN Pagerwesi Trucuk)
Juara Favorit: Mazaya El Shanum (Kelas 1 MI ICP Nurul Ulum Bojonegoro).
























