BOJONEGORO – Cuaca di wilayah Kabupaten Bojonegoro pada Jumat (29/5/2026) diperkirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sejak pagi hingga dini hari.
Berdasarkan laporan harian Pusdalops BPBD Bojonegoro yang mengacu pada data BMKG, kondisi cuaca relatif aman dan belum ditemukan adanya kejadian bencana di wilayah setempat.
Pada pagi hari, cuaca Bojonegoro diprediksi cerah dengan suhu udara mencapai 27 derajat Celsius.
Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 0,9 kilometer per jam dan kelembapan udara mencapai 86 persen.
Memasuki siang hari, suhu udara meningkat hingga 31 derajat Celsius dengan kondisi cuaca masih cerah.
Kecepatan angin tercatat cukup tinggi mencapai 18,4 kilometer per jam dari arah tenggara, sementara tingkat kelembapan berada di angka 65 persen.
Sementara pada malam hari, cuaca berubah menjadi cerah berawan dengan suhu sekitar 25 derajat Celsius.
Angin bergerak dari arah utara dengan kelembapan udara meningkat hingga 92 persen.
Adapun pada dini hari, kondisi cuaca masih cerah berawan dengan suhu turun menjadi 24 derajat Celsius.
Angin bertiup lemah dari arah barat dengan tingkat kelembapan mencapai 94 persen.
Selain prakiraan BMKG, hasil pantauan visual di sejumlah wilayah Bojonegoro juga menunjukkan kondisi cuaca yang relatif kondusif.
Kawasan Bojonegoro Kota terpantau cerah berawan, sedangkan wilayah Bojonegoro Selatan, Timur, dan Barat didominasi cuaca cerah.
BPBD Bojonegoro juga memastikan hingga saat ini belum ada laporan kejadian bencana maupun cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Sementara itu, hasil pemantauan debit Sungai Bengawan Solo yang bersumber dari Perum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo menunjukkan Tinggi Muka Air (TMA) berada di angka 7,85 meter dengan status normal dan tren stabil.
Kondisi tersebut menandakan situasi sungai masih aman dan belum menunjukkan adanya potensi peningkatan debit air yang mengkhawatirkan.
BPBD Bojonegoro menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu serta terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat. (aj)
























