BOJONEGORO – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, bergerak cepat menangani peristiwa kebakaran rumah yang terjadi di Dusun Mruwut, Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Senin (18/5/2026).
Begitu menerima laporan, Wabup Bojonegoro langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus situasi di sekitar tempat kejadian tetap aman dan kondusif.
Kebakaran yang menghanguskan rumah milik Santi (57) itu diduga dipicu oleh putranya sendiri yang mengalami gangguan jiwa atau ODGJ.
Akibat insiden tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp120 juta.
Di tengah kondisi penuh kepanikan, Santi mengaku bersyukur karena dirinya berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka.
Ia menjelaskan, putranya memang kerap mengalami kekambuhan sehingga sulit dikendalikan saat emosinya memuncak.
Warga sekitar yang mengetahui kondisi pelaku langsung bergerak cepat melakukan koordinasi agar situasi tidak semakin membahayakan lingkungan.
Pelaku kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui sinergi Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial langsung mengambil langkah penanganan darurat dengan membawa pelaku ke RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.
Proses perawatan dilakukan dengan pendampingan penuh guna memastikan keamanan pasien maupun masyarakat sekitar.
Usai menjenguk korban, Nurul Azizah juga meninjau langsung kondisi rumah yang terbakar di Desa Semambung.
Dia memastikan pemerintah daerah akan membantu proses pemulihan rumah korban setelah seluruh administrasi dinyatakan lengkap.
Tak hanya itu, bantuan kedaruratan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban juga mulai disiapkan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kami sudah bertemu langsung dengan korban dan alhamdulillah kondisinya baik. Kami juga memastikan penanganan ODGJ dilakukan secara maksimal di rumah sakit agar lingkungan sekitar kembali aman dan kondusif,” ujar Nurul Azizah.
Dirinya menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan perlindungan dan bantuan cepat kepada masyarakat yang terdampak musibah, termasuk memastikan korban segera mendapatkan dukungan kebutuhan dasar pascakebakaran. (Pro/aj)

























