LAMONGAN — Ancaman hama tikus yang kerap merusak tanaman padi di Lamongan direspon cepat dengan aksi nyata di lapangan.
Koramil 0812/13 Sugio bersama UPT Pertanian dan kelompok tani menggelar Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus secara serentak di area persawahan Dusun Deketagung, Desa Deketagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Sabtu (25/4/2026).
Langkah ini menjadi strategi penting untuk menekan populasi hama yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian di Lamongan, sekaligus menjaga stabilitas hasil panen petani.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Danramil 0812/13 Sugio, Kapten Arm Yudhi Kurniadi, bersama Kepala UPT Pertanian Sugio, Sumadi, S.P., PPL Desa Deketagung, Diah Ayu S., S.P., serta Ketua Gapoktan Suhadi dan para petani setempat.
Kapten Yudhi menegaskan bahwa pengendalian hama tikus tidak bisa dilakukan secara individu, melainkan harus melalui gerakan serentak yang terorganisir.
“Jika dilakukan bersama-sama, hasilnya jauh lebih efektif. Ini bukan sekadar menjaga panen saat ini, tapi juga memastikan keberlanjutan produksi pangan di masa mendatang,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, keterlibatan TNI dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kehadiran Babinsa dan jajaran Koramil diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus solusi konkret bagi para petani.
Sementara itu, pihak UPT Pertanian Sugio menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan pertanian.
Selain aksi pengendalian hama, edukasi kepada petani juga terus digencarkan, terutama terkait metode yang efektif dan ramah lingkungan.
Semangat gotong royong terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung.
Para petani aktif mengikuti setiap tahapan pengendalian hama yang dilakukan di lahan persawahan mereka.
Sinergi antara TNI, pemerintah, dan petani ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas padi, khususnya di Desa Deketagung dan wilayah Kecamatan Sugio secara umum.
Dengan digelarnya Gerdal secara serentak, harapan besar pun muncul hasil panen tetap terjaga, kesejahteraan petani meningkat, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat. (as)

























