Beranda Infotaiment Tak Lagi Kumuh, Pasar Tradisional di Gresik Ini Disulap Jadi Pusat Ekonomi...

Tak Lagi Kumuh, Pasar Tradisional di Gresik Ini Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

IMG 20260412 WA0012

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong transformasi pasar tradisional agar lebih bersih, modern, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Hal ini ditandai dengan peresmian revitalisasi Pasar Tematik Industri Sidayu di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Kamis (10/4/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Pasar yang dikenal masyarakat sebagai Pasar Pahing ini kini tampil lebih representatif dengan total 538 stan yang diisi pedagang dari berbagai sektor.

Mulai dari kebutuhan pokok, sayuran, jajanan tradisional, hingga pakaian dan perlengkapan rumah tangga.

Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kenyamanan transaksi sekaligus memperkuat perekonomian lokal, khususnya di wilayah Gresik utara.

Dalam sambutannya, Mendag Budi Santoso menekankan pentingnya kebersihan sebagai kunci utama daya tarik pasar rakyat.

Ia menyebut pemerintah tengah menggencarkan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara.

Program ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Polri hingga pemerintah daerah.

Menurutnya, pasar yang bersih, tidak becek, dan bebas bau akan meningkatkan minat masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan wisata kuliner.

Tak hanya soal fisik, Mendag juga mendorong pedagang pasar untuk mulai beradaptasi dengan teknologi digital.

Dia menilai, kombinasi antara penjualan langsung dan online akan membuka peluang lebih luas bagi pedagang dalam menjangkau konsumen, terutama di era digital saat ini.

“Pasar rakyat harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Kita ajarkan pedagang untuk berjualan online agar lebih kompetitif,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa revitalisasi pasar ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Perdagangan tahun anggaran 2025 senilai Rp30 miliar.

Pasar ini diproyeksikan menjadi pusat ekonomi baru yang melayani kawasan utara Gresik, meliputi Kecamatan Panceng, Ujungpangkah, Dukun, hingga Bungah.

Revitalisasi juga menghadirkan berbagai fasilitas baru seperti ruang terbuka hijau dan plaza publik yang dapat dimanfaatkan untuk pameran maupun kegiatan masyarakat.

Dengan wajah baru ini, pasar diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial dan penggerak UMKM.

Menariknya, usai peresmian, Mendag Budi Santoso bersama Bupati Gresik Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif turut memborong berbagai kebutuhan pokok seperti telur, cabai, sayuran hingga minyak goreng.

Aksi tersebut menjadi simbol dukungan nyata terhadap pedagang pasar sekaligus memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, serta jajaran OPD Pemkab Gresik. (rif)