Beranda Daerah Kunci Anti Bala Terungkap, Cerita Dari Malam Khotmil Qur’an di Jubellor RT...

Kunci Anti Bala Terungkap, Cerita Dari Malam Khotmil Qur’an di Jubellor RT 1 Sugio Lamongan

IMG 20260315 WA0001

LAMONGAN – Suasana syahdu menyelimuti RT 1 Dusun Jubellor, Desa Jubellor, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Sabtu (14/3/2026) malam.

Di tengah fase akhir bulan suci, warga RT 1 Jubellor, Sugio, Lamongan, tumpah ruah di Musholla Al Ikhlas (Langgar Etan) untuk menggelar Khotmil Qur’an, sebuah tradisi tahunan yang kali ini terasa jauh lebih istimewa dan “megah” secara spiritual.

Malam 25 Ramadhan tersebut tidak hanya menjadi ajang mengaji, tetapi juga simbol persatuan warga yang luar biasa.

Tidak hanya undangan lewat pengeras suara, panitia tahun ini melakukan aksi “Mlawang” atau mendatangi rumah warga satu per satu untuk memastikan silaturahmi tetap terjaga.

Puncak acara semakin berbobot dengan kehadiran K M Nur Wahid dari Desa Dumpiagung, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan.

Dalam mau’idhoh hasanah nya yang memikat, sang kiai asal Lamongan tersebut, membedah rahasia tentang siapa saja manusia yang justru “dirindukan” oleh surga.

“Ada empat golongan, pertama, mereka yang mencintai Al-Qur’an. Kedua, orang yang mampu memenjarakan lisannya dari ucapan menyakitkan. Ketiga, mereka yang gemar berbagi makanan kepada yang lapar, dan keempat, mereka yang tulus berpuasa di bulan Ramadhan,” urai K M Nur Wahid.

Ia juga mengingatkan bahwa sedekah, sekecil apa pun, adalah perisai ampuh dari bala dan kematian yang buruk (su’ul khatimah).

Huda, salah satu panitia, menyebutkan bahwa tahun ini mereka ingin menciptakan vibe yang berbeda.

Strategi mendatangi warga ke rumah masing-masing terbukti ampuh memicu antusiasme tinggi.

“Kami ingin semangat memakmurkan kegiatan keagamaan ini merata ke seluruh Dusun Jubellor. Alhamdulillah, malam ini Musholla Al Ikhlas benar-benar penuh,” ujar Huda.

Acara yang ditutup dengan Mahallul Qiyam dan doa bersama ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga RT 1 Dusun Jubellor, Desa Jubellor, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.

Di tengah perburuan malam Lailatul Qadar, warga Jubellor memilih mengetuk pintu langit melalui kemuliaan Al-Qur’an dan kekompakan warga. (as)