BOJONEGORO – Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di jam-jam rawan memicu Polsek Baureno, Polres Bojonegoro, untuk memperketat pengawasan.
Tak sekedar berkeliling, personel piket Polsek Baureno kini lebih intens melakukan patroli dialogis dengan menyasar langsung titik-titik parkir di wilayah Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, yang dianggap rawan, mulai dari pasar tradisional hingga pemukiman padat penduduk.
Langkah ini diambil untuk menekan angka kriminalitas di Bojonegoro sekaligus memberikan edukasi “melek keamanan” bagi para pemilik kendaraan.
Petugas tak segan menyambangi warga Bojonegoro yang sedang memarkir kendaraannya untuk memberikan peringatan keras akan bahaya kelalaian.
Kapolsek Baureno, AKP H. Sholeh, S.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan bertujuan untuk mereduksi niat pelaku kejahatan. Namun, peran aktif masyarakat jauh lebih penting.
“Kami mengajak masyarakat Bojonegoro untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Salah satu cara paling efektif yang kami tekankan adalah penggunaan kunci ganda atau gembok tambahan. Jangan hanya mengandalkan kunci setang bawaan pabrik, karena pelaku kejahatan sudah punya seribu cara untuk membobolnya,” tegas AKP H. Sholeh.
Dalam patroli tersebut, petugas Polsek Baureno membagikan tiga poin utama kewaspadaan bagi warga Bojonegoro yaitu, pasang gembok tambahan pada cakram atau rantai motor.
Usahakan parkir di tempat yang mudah terpantau atau memiliki sistem keamanan yang jelas.
Saling menjaga kendaraan milik tetangga atau sesama pengunjung di fasilitas umum.
Respon masyarakat Bojonegoro sejauh ini sangat positif.
Banyak warga Bojonegoro yang mulai tersadar bahwa kelalaian sekecil apa pun bisa menjadi celah bagi pelaku curanmor untuk beraksi.
Dengan meningkatnya kesadaran kolektif ini, Polsek Baureno, Polres Bojonegoro, berharap wilayah hukumnya tetap kondusif dan aman dari gangguan Kamtibmas. (aj)
























