BOJONEGORO – Nuansa religius dan penuh kekeluargaan terasa kental di Pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (4/3/2026).
Ratusan ibu-ibu dari berbagai wilayah di Bojonegoro memadati lokasi untuk mengikuti Kajian Ramadan TP PKK Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat spiritualitas sekaligus mempererat silaturahmi PKK Bojonegoro di bulan suci Ramadan.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam suasana penuh keberkahan.
Ia menyoroti bahwa memasuki pekan ketiga Ramadan, tantangan umat Islam bukan lagi sekedar menahan lapar dan dahaga.
“Di minggu ketiga ini, yang diuji bukan hanya fisik. Tapi bagaimana kita meningkatkan kualitas batin dan keimanan,” ujarnya di hadapan para jamaah.
Cantika menegaskan bahwa perubahan besar dalam masyarakat selalu berawal dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
Menurutnya, keluarga yang kuat secara spiritual akan melahirkan lingkungan sosial yang lebih baik.
“Kalau keluarga kokoh dan tetap berpegang pada Allah SWT, insyaallah kita bisa membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.
Dia juga mengajak para ibu untuk lebih peka dalam menjalankan ibadah, tidak sekedar rutinitas, tetapi sebagai bentuk pengabdian tulus yang dilandasi iman dan takwa.
Kajian ini tak hanya menjadi ruang penguatan diri, tetapi juga wadah memanjatkan doa untuk kemajuan daerah.
Dalam suasana yang syahdu, para jamaah bersama-sama mendoakan kesejahteraan masyarakat serta para pemimpin Bojonegoro.
Cantika mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, serta mendoakan anak-anak dan keluarga agar senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
“Semoga Bojonegoro menjadi kabupaten yang semakin maju, bahagia, dan membanggakan,” tambahnya.
Puncak acara diisi dengan mauidzah hasanah yang disampaikan oleh Kyai Tajuddin.
Tausiyah yang disampaikan memberikan penguatan spiritual bagi para jamaah agar mampu mengakhiri Ramadan dengan predikat takwa.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dalam suasana khidmat.
Para peserta meninggalkan pendopo dengan wajah penuh harapan dan semangat baru untuk terus menebar kebaikan di sisa bulan suci.
Kajian Ramadan ini menjadi bukti bahwa TP PKK Bojonegoro tidak hanya bergerak dalam pemberdayaan keluarga secara sosial, tetapi juga konsisten memperkuat fondasi spiritual masyarakat. (aj)

























