LAMONGAN – Pagi yang berbeda terasa di Lapangan Apel Polres Lamongan, Senin (2/3/2026).
Dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan, digelar upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian yang menjadi saksi perjalanan panjang seorang perwira polisi di Lamongan yang menuntaskan 36 tahun masa dinasnya tanpa cacat pelanggaran.
Upacara dipimpin langsung Kapolres Lamongan Arif Fazlurrahman, didampingi Wakapolres Jodi Indrawan, serta dihadiri jajaran pejabat utama, Kapolsek, perwira, bintara, ASN, hingga para penerima penghargaan.
Momentum itu terasa istimewa ketika Totok Wijanarko resmi menyandang pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) terhitung mulai 1 Maret 2026.
Perwira yang menjabat Kabag Log Polres Lamongan itu menorehkan catatan langka, yaitu 36 tahun berdinas tanpa pelanggaran.
Sebuah perjalanan panjang yang tidak hanya diukur dari waktu, tetapi juga dari konsistensi menjaga integritas dan loyalitas terhadap institusi.
Dalam amanatnya, Kapolres Lamongan menegaskan bahwa kenaikan pangkat pengabdian bukan sekadar rutinitas administratif atau hak otomatis setiap anggota.
“Kenaikan pangkat ini adalah bentuk penghormatan. Tidak semua anggota bisa mendapatkannya. Hanya mereka yang mampu menjaga integritas, disiplin, dan tanggung jawab tanpa cacat sepanjang masa dinas,” tegasnya.
Ucapan itu seakan menjadi penegas bahwa pangkat AKBP di pundak Totok bukanlah hadiah biasa, melainkan simbol dedikasi panjang yang teruji waktu.
Tak hanya Kompol Totok yang mendapat apresiasi. Sejumlah anggota Polres Lamongan juga menerima penghargaan atas kinerja yang dinilai melampaui standar tugas.
Menariknya, penghargaan juga diberikan kepada masyarakat Lamongan yang aktif membantu tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Kapolres menekankan bahwa stabilitas keamanan di Lamongan bukan hasil kerja satu pihak semata.
“Keberhasilan menjaga kondusivitas wilayah adalah buah sinergi antara kepolisian dan masyarakat,” ujarnya.
Upacara berlangsung tertib dan penuh semangat. Derap langkah peserta apel mencerminkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat Lamongan.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa pengabdian yang dijalani dengan tulus dan konsisten tidak akan pernah sia-sia.
Pada waktunya, dedikasi akan menemukan bentuk penghargaan yang layak.
Di tengah dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks, kisah 36 tahun tanpa cela ini menjadi inspirasi tersendiri bagi generasi anggota Polri berikutnya. (as)

























