BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proyek infrastruktur tahun anggaran 2025 dikerjakan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.
Untuk pekerjaan fisik yang masih berlangsung hingga awal 2026, Pemkab bahkan melakukan koordinasi intensif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai langkah pengamanan tata kelola.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan bahwa fokus pembangunan saat ini berada pada penataan trotoar dan sistem drainase di kawasan perkotaan.
Ia menegaskan, pencairan anggaran kepada penyedia jasa dilakukan secara selektif dan hanya berdasarkan capaian fisik riil di lapangan hingga 31 Desember 2025.
“Pembayaran benar-benar disesuaikan dengan progres yang nyata. Ini langkah penting agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari atau yang biasa disebut tabungan masalah,” tegasnya.
Hasil koordinasi dengan KPK menyepakati bahwa proyek infrastruktur yang belum rampung hingga akhir tahun anggaran diberikan perpanjangan waktu pengerjaan selama 50 hari kalender.
Namun, Nurul Azizah mengingatkan bahwa kebijakan ini disertai konsekuensi yang tegas.
“Apabila dalam masa perpanjangan 50 hari tersebut pekerjaan masih belum selesai, maka pembayaran akan ditunda. Anggarannya akan kembali diusulkan pada Perubahan APBD (P-APBD) berikutnya,” jelas Wabup.
Ia juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadikan situasi ini sebagai bahan evaluasi serius, terutama dalam menyusun time schedule agar pelaksanaan proyek ke depan lebih realistis, efisien, dan tepat waktu.
“Kami mohon doa serta dukungan masyarakat agar seluruh pembangunan ini bisa segera tuntas dan manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang oleh warga Bojonegoro,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro, Zunaidi, mengungkapkan bahwa progres rehabilitasi trotoar dan drainase di sejumlah ruas jalan utama menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Berdasarkan data Dinas PKP Cipta Karya, dari tujuh ruas jalan yang menjadi sasaran pembangunan, dua ruas telah rampung 100 persen, yakni Jalan WR Supratman Timur dan Jalan KH Mansyur.
“Untuk ruas lainnya, rata-rata progres pengerjaan sudah di atas 80 persen,” kata Zunaidi, Kamis (8/1/2025).
Adapun ruas jalan dengan capaian di atas 80 persen meliputi Jalan WR Supratman Barat, Jalan AKBP M. Soeroko, Jalan Sawunggaling, Jalan Agung Suprapto, Jalan Pattimura, serta Jalan Panglima Polim.
Dengan capaian tersebut, Pemkab Bojonegoro optimistis penataan kawasan perkotaan akan segera rampung.
Ke depan, wajah kota diharapkan semakin rapi, ramah bagi pejalan kaki, serta mampu mengurangi persoalan genangan air saat musim hujan. (aj)
























