MEDIA CAHAYA BARU – Dikenal dengan nama Sunan Kudus, siapa sangka nama aslinya adalah Ja’far Shadiq? Lahir pada 9 September 1400 M, beliau memilih Kudus sebagai pusat dakwahnya, hingga namanya pun melekat dengan kota ini.
Menurut Serat Panengen, Sunan Kudus adalah putra dari Nyai Ageng Manyuran dan Sunan Ngudung bin Khalifah Husain. Sementara itu, Serat Walisana mencatat bahwa Sunan Ngudung, ayah Sunan Kudus, memiliki nama asli Syarif Sabil.
Pada tahun 1530, Sunan Kudus mendirikan Masjid Agung Kudus di desa Kerjasan. Masjid yang megah ini masih berdiri kokoh di alun-alun kota Kudus, menjadi saksi bisu sejarah penyebaran Islam di Jawa Tengah.
Salah satu peninggalan paling berharga dari Sunan Kudus adalah kebijaksanaannya dalam berdakwah.
Beliau meminta masyarakat Kudus untuk tidak menyembelih sapi saat Idul Adha, sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu.
Tradisi ini masih dilestarikan hingga kini, dengan mengganti kurban sapi dengan kerbau.
Pada tahun 1550, Sunan Kudus wafat saat menjadi imam shalat Subuh di Masjid Menara Kudus.
Beliau menghembuskan nafas terakhir dalam posisi sujud, dan dimakamkan di lingkungan masjid yang dicintainya.
Kisah Sunan Kudus adalah kisah tentang toleransi, kebijaksanaan, dan dedikasi. Beliau bukan hanya seorang penyebar agama, tetapi juga seorang pemimpin yang mengayomi masyarakat. Warisan beliau terus hidup, menginspirasi generasi demi generasi. (aj)

























