Beranda Infotaiment Ungkap Sejarah Bojonegoro dari Batuan hingga Fosil

Ungkap Sejarah Bojonegoro dari Batuan hingga Fosil

IMG 20260908 WA0009

BOJONEGORO – Ingin melihat jejak kehidupan masa lampau sekaligus memahami bagaimana bentang alam Bojonegoro terbentuk.

Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro bisa menjadi salah satu tujuan menarik untuk dikunjungi.

Berada di Jalan Panglima Sudirman, PIG Geopark Bojonegoro menghadirkan berbagai koleksi batuan dan fosil yang ditemukan di wilayah Bojonegoro.

Tak hanya itu, pengunjung juga diajak mengenal proses geologi, sejarah panjang minyak bumi, hingga kekayaan budaya yang menjadi bagian dari Geopark Bojonegoro.

Begitu memasuki lantai pertama, pengunjung langsung diperkenalkan dengan dasar-dasar ilmu geologi.

Informasi dikemas melalui panel dan berbagai media edukasi yang menjelaskan struktur bumi, skala waktu geologi, teori tektonika lempeng, evolusi benua, hingga perjalanan tektonik Jawa Timur.

Berbagai jenis batuan dari wilayah Bojonegoro juga dipamerkan di lantai tersebut.

Secara litologi, wilayah Bojonegoro memiliki dua kelompok batuan utama, yakni batuan beku dan batuan sedimen.

Batuan sedimen menjadi salah satu koleksi yang menarik karena di dalamnya dapat ditemukan fosil.

Temuan tersebut menjadi bukti penting untuk menelusuri kehidupan yang pernah berlangsung di wilayah Bojonegoro pada masa lampau.

Bagi pengunjung anak-anak, terdapat pula media edukasi berupa sandbox yang menggunakan pasir silika.

Media interaktif ini memungkinkan pengunjung mengenal topografi sekaligus memahami bagaimana permukaan bumi terbentuk secara bertahap melalui proses geologi yang berlangsung sangat lama, bahkan mencapai jutaan tahun.

Petualangan sejarah berlanjut di lantai dua, di ruangan ini, pengunjung dapat melihat sejumlah koleksi fosil yang ditemukan di wilayah Bojonegoro.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah fosil gajah purba Stegodon.

Koleksi tersebut termasuk mandibula atau rahang bawah, yang menjadi salah satu temuan langka di Pulau Jawa.

Tak kalah menarik, PIG juga menyimpan fosil paus purba yang ditemukan di Bojonegoro pada 2023.

Fosil tersebut ditemukan di aliran sungai dan menjadi salah satu petunjuk bahwa kawasan Bojonegoro dan Pulau Jawa pada masa lampau pernah berada dalam lingkungan laut.

Jejak kehidupan laut lainnya juga ditemukan, di antaranya fosil kepiting, lobster, dan bulu babi.

Koleksi tersebut memperkuat gambaran mengenai perubahan lingkungan dan kondisi wilayah Bojonegoro pada masa lalu.

Selain paleontologi, pengunjung juga bisa mempelajari sejarah pertambangan minyak melalui berbagai alat peraga.

Materi tersebut berkaitan erat dengan tema Geopark Bojonegoro yang menempatkan petroleum system sebagai salah satu kekayaan geologi penting daerah.

PIG Geopark Bojonegoro juga memiliki ruang audiovisual yang menjadi sarana edukasi melalui tayangan film “Jejak Minyak, Emas Hitam di Ujung Timur Indonesia”.

Ruangan dengan kapasitas 48 kursi tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Sejarah geologi dan perjalanan panjang minyak bumi di Bojonegoro disampaikan secara visual sehingga lebih mudah dipahami.

Menariknya, kekayaan yang ditampilkan PIG tidak hanya berkaitan dengan batuan dan fosil.

Geopark Bojonegoro juga memiliki sejumlah cultural site yang merepresentasikan identitas dan kehidupan masyarakat.

Kekayaan budaya tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari konsep Geopark, yang mempertemukan warisan geologi, keanekaragaman hayati, serta kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Salah satu tour guide PIG Geopark Bojonegoro, Teguh, mengajak masyarakat untuk datang dan mengenal lebih dekat berbagai kekayaan yang tersimpan di dalam Geopark Bojonegoro.

“Geopark itu inklusif, tidak eksklusif. Silakan semua datang ke Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro,” kata Teguh.

PIG Geopark Bojonegoro terbuka bagi kunjungan individu pada Senin hingga Jumat pukul 08.00–16.00 WIB.

Sedangkan bagi rombongan, termasuk kunjungan sekolah dengan jumlah lebih dari 10 orang, pengunjung perlu melakukan reservasi terlebih dahulu melalui kanal informasi PIG Geopark Bojonegoro.

Keberadaan PIG membuat masyarakat tidak perlu sekadar membayangkan seperti apa kehidupan di masa lampau.

Melalui batuan, fosil, media interaktif, sejarah minyak bumi, hingga warisan budaya, perjalanan panjang bumi dan Bojonegoro dapat dipelajari secara lebih dekat dan menarik.

Dengan demikian, PIG bukan hanya tempat menyimpan koleksi geologi, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk memahami bagaimana sebuah wilayah terbentuk dan berkembang dari masa ke masa. (aj)