Beranda Infotaiment Penerbangan Pulih, Ini Daftar Bandara yang Kembali Dibuka

Penerbangan Pulih, Ini Daftar Bandara yang Kembali Dibuka

IMG 20260908 WA0027

JAKARTA – Kabar baik bagi calon penumpang pesawat, sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai kembali membuka layanan penerbangan pada Selasa, 8 September 2026.

PT Angkasa Pura Indonesia memastikan operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung telah kembali berjalan.

Ketiga bandara tersebut sebelumnya sempat menghentikan sementara operasional penerbangan karena terdampak sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda.

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menjelaskan bahwa pembukaan kembali penerbangan mengacu pada Notice to Air Missions (Notam) yang diterbitkan AirNav Indonesia.

Status resumed operations untuk ketiga bandara tersebut mulai berlaku pada pukul 00.30 WIB.

Arie memastikan fasilitas di sisi udara maupun sisi darat telah dinyatakan siap digunakan kembali.

Kesiapan itu juga mencakup seluruh personel yang bertugas dalam operasional serta pelayanan bandara.

Sebelum kembali dibuka, sejumlah prosedur keselamatan terlebih dahulu dilakukan.

Salah satunya adalah pembersihan abu vulkanik yang berada di area sisi udara, termasuk apron, taxiway, hingga runway.

Selain pembersihan, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi runway.

Uji kekesatan runway menunjukkan bahwa fasilitas tersebut masih memenuhi standar dan persyaratan keselamatan untuk mendukung operasional penerbangan.

Soetta Pulih Secara Bertahap
Sementara itu, pemulihan operasional di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan secara bertahap.

General Manager Bandara Soetta, Heru Karyadi, mengatakan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam proses normalisasi penerbangan setelah terdampak abu vulkanik.

Pada tahap awal pemulihan, arus lalu lintas penerbangan dikendalikan melalui skema Air Traffic Flow Management (ATFM).

Menurut Heru, penerapan ATFM diperlukan agar pergerakan pesawat, baik keberangkatan maupun kedatangan, dapat kembali berlangsung secara aman dan teratur.

Pengaturan tersebut juga menjadi bagian dari strategi untuk memulihkan kapasitas operasional bandara secara bertahap.

Dalam proses recovery, pihak bandara turut mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak serta secara bertahap mengembalikan kapasitas apron.

Di sisi lain, calon penumpang diminta tidak langsung berangkat ke bandara sebelum memastikan kondisi penerbangannya.

Penumpang disarankan mengecek status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing.

Hal ini penting karena jadwal penerbangan masih dapat mengalami penyesuaian selama proses pemulihan berlangsung.

Selain Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara, sejumlah bandara lain juga mulai kembali melayani penerbangan berdasarkan pembaruan Notam.

Bandara Radin Inten II tercatat kembali beroperasi mulai pukul 09.45 WIB hingga 23.59 WIB.

Selanjutnya, empat bandar udara lainnya juga dinyatakan kembali beroperasi, yakni Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas, Bandar Udara Budiarto, Bandar Udara Pondok Cabe, dan Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung.

Bandara Budiarto Curug, Banten, dan Bandara Pondok Cabe, Banten, juga telah kembali dibuka sejak pukul 02.25 WIB.

Dengan kembali dibukanya sejumlah bandara tersebut, pemulihan layanan penerbangan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi abu vulkanik dan faktor keselamatan penerbangan. (dpw)