LAMONGAN — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Tebluru, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, berlangsung dengan cara yang berbeda.
Jika biasanya momentum kemerdekaan identik dengan berbagai perlombaan dan hiburan rakyat, warga Tebluru memilih menghadirkannya melalui aksi yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Puluhan warga mengikuti kegiatan donor darah yang digelar di Balai Desa Tebluru, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan sosial tersebut turut dihadiri Babinsa Koramil 0812/23 Solokuro, Serda Aris. Tidak hanya hadir, ia juga ikut ambil bagian sebagai pendonor.
Kehadiran Babinsa bersama pemerintah desa dan masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni.
Nilai perjuangan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian, gotong royong, dan kesediaan membantu orang lain.
Kepala Desa Tebluru, Hamtoro, turut memantau jalannya kegiatan.
Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang sejak pagi mulai berdatangan ke lokasi donor darah.
Menurut Serda Aris, donor darah merupakan aksi sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain, terutama pasien yang membutuhkan transfusi.
“Donor darah bukan hanya kegiatan sosial, tetapi bagian dari pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat. Setetes darah yang kita berikan bisa sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan,” ujar Serda Aris.
Dia mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum tepat untuk kembali memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Bagi Babinsa, keterlibatan dalam kegiatan sosial juga menjadi bagian dari upaya mempererat kedekatan antara TNI dan masyarakat.
Peran aparat kewilayahan diharapkan tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut membantu kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Sementara itu, Kades Tebluru Hamtoro menyampaikan terima kasih atas dukungan jajaran Koramil 0812/23 Solokuro, khususnya Serda Aris, dalam kegiatan tersebut.
Hamtoro menilai kolaborasi antara pemerintah desa, TNI, tenaga medis, dan masyarakat menjadi modal penting untuk membangun kepedulian sosial.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan sinergi Babinsa dalam kegiatan sosial seperti ini. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi warga untuk ikut berbuat dan peduli terhadap sesama,” ungkap Hamtoro.
Antusiasme warga pun terlihat sepanjang kegiatan. Puluhan masyarakat mengikuti tahapan donor darah dengan tertib.
Sebelum mendonorkan darah, setiap peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis.
Pemeriksaan tersebut antara lain meliputi tekanan darah dan kadar hemoglobin untuk memastikan kondisi pendonor memenuhi persyaratan.
Dari aksi kemanusiaan tersebut, panitia berhasil mengumpulkan belasan kantong darah.
Darah yang terkumpul selanjutnya disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membantu memenuhi kebutuhan transfusi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Suasana kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban.
Warga tidak hanya datang untuk memperingati kemerdekaan, tetapi juga membawa semangat untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Bagi masyarakat Tebluru, kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas.
Merdeka bukan hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan nyata. (as)

























