BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.
Program tersebut juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut meramaikan Bazar UMKM TMMD, Jumat (31/7/2026).
Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Yogik Saputra, pedagang es dawet tradisional.
Sejak pagi, lapaknya dipenuhi pengunjung hingga seluruh dagangannya habis terjual.
Cuaca panas yang menyelimuti wilayah Bojonegoro membuat es dawet menjadi minuman favorit.
Perpaduan santan, gula jawa, dan dawet yang segar berhasil menarik perhatian warga maupun personel Satgas TMMD yang hadir di lokasi bazar.
Suasana menarik terlihat di depan stan Yogik. Warga, anak-anak, hingga anggota TNI tampak mengantre dengan tertib untuk menikmati minuman tradisional tersebut.
Kehadiran prajurit yang ikut membeli produk UMKM menjadi simbol kedekatan TNI dengan masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.
Yogik mengaku bersyukur karena penjualannya meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa. Seluruh es dawet yang disiapkan sejak pagi habis dibeli pengunjung.
“Alhamdulillah, dagangan saya habis terjual. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan panitia TMMD yang sudah mengadakan bazar ini. Kegiatan seperti ini sangat membantu pedagang kecil seperti kami,” ujarnya.
Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan TMMD.
Selain membangun jalan, fasilitas umum, dan sarana desa lainnya, TMMD juga diarahkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, bazar UMKM menjadi ruang promosi sekaligus kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar.
“TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin pelaku UMKM memperoleh manfaat nyata melalui kesempatan memasarkan produknya kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan personel Satgas TMMD yang berbelanja di stan-stan UMKM merupakan bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi masyarakat desa.
Interaksi sederhana antara prajurit dan warga tersebut menjadi gambaran kuatnya semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Bazar UMKM TMMD ke-129 pun menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur baru, tetapi juga dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Senyum para pedagang yang berhasil meraih omzet lebih besar menjadi cerminan manfaat langsung yang dihadirkan TMMD bagi warga Desa Kesongo.
Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, TMMD ke-129 terus menghadirkan pembangunan yang tidak hanya memperkuat infrastruktur, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. (aj)

























