BOJONEGORO – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Bayemgede, Ranting Kepohbaru, Cabang Bojonegoro, kembali menggelar tradisi Suronan sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai persaudaraan sekaligus memperkuat silaturahmi antar warga.
Kegiatan berlangsung khidmat di halaman Masjid Al Barokah, Dusun Balongsono, Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (27/6/2026).
Suronan yang rutin diselenggarakan setiap datangnya bulan Suro tersebut diisi dengan pembacaan tahlil, doa bersama, serta tausiah keagamaan.
Doa dipanjatkan untuk para saudara dan pendiri PSHT yang telah wafat sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan mereka dalam membangun organisasi.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Pengurus Ranting Kepohbaru, Mas Mamik, serta Ustad Mas Udin yang menyampaikan tausiah tentang pentingnya menjaga keimanan, persaudaraan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua PSHT Rayon Bayemgede, Marjoko, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga PSHT yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan menjaga tradisi Suronan yang telah menjadi agenda tahunan rayon.
“Alhamdulillah, kita kembali dipertemukan dalam kegiatan Suronan. Momen ini bukan hanya sebagai ajang berkumpul, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga PSHT. Tahun ini kita juga bersyukur dapat menyambut saudara-saudara baru yang telah disahkan menjadi warga PSHT,” ujarnya.
Marjoko berharap semangat kebersamaan yang terjalin selama ini terus dipertahankan.
Ia juga mengajak seluruh warga, baik yang baru disahkan maupun warga senior, untuk tetap menjaga ajaran luhur PSHT yang menanamkan nilai budi pekerti, persaudaraan, serta membentuk manusia yang berbudi luhur, memahami mana yang benar dan mana yang salah.
Melalui kegiatan Suronan ini, PSHT Rayon Bayemgede, Ranting Kepohbaru, Cabang Bojonegoro, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tradisi, memperkuat persaudaraan dan menanamkan nilai-nilai luhur organisasi kepada seluruh warga agar tetap solid, rukun dan memberi manfaat bagi masyarakat. (aj)

























