Beranda TNI/POLRI Kodim Lamongan Ajak Babinsa Edukasi Warga Soal Bahaya Gas Elpiji

Kodim Lamongan Ajak Babinsa Edukasi Warga Soal Bahaya Gas Elpiji

IMG 20260514 WA0007

LAMONGAN – Aula Kadet Soewoko Kodim 0812/Lamongan mendadak berubah menjadi ruang edukasi keselamatan pada Rabu (13/5/2026).

Seluruh prajurit dan PNS Kodim Lamongan mengikuti sosialisasi penggunaan gas elpiji yang aman sekaligus pelatihan penanganan awal kebakaran rumah tangga.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan personel terhadap potensi kebakaran akibat penggunaan gas elpiji yang tidak tepat.

Sosialisasi berlangsung melalui kerja sama Kodim 0812/Lamongan dengan PT Multi Timur Jaya Abadi.

Hadir sebagai pemateri utama, teknisi senior PT Multi Timur Jaya Abadi bernama Eko membagikan berbagai pengetahuan praktis terkait keamanan penggunaan elpiji.

Dengan gaya penyampaian santai namun tegas, ia mengingatkan peserta agar tidak mengabaikan tanda-tanda kecil yang dapat memicu kebakaran.

Mulai dari regulator yang terpasang tidak sempurna, selang gas retak dan mengeras, hingga ciri kebocoran gas menjadi materi utama dalam edukasi tersebut.

“Gas elpiji bisa menjadi sahabat jika digunakan dengan benar. Tapi kalau lengah, risikonya sangat berbahaya. Bau menyengat, api berwarna merah, hingga selang pecah-pecah itu tanda harus segera diganti,” terang Eko sambil memperagakan cara mendeteksi kebocoran menggunakan air sabun.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif, sejumlah prajurit aktif mengajukan pertanyaan seputar perbedaan penggunaan tabung gas 3 kilogram dan 12 kilogram, teknik penyimpanan aman, hingga langkah cepat saat terjadi kebakaran kecil di dapur.

Tak hanya teori, peserta juga mendapat simulasi langsung agar lebih mudah memahami penanganan kondisi darurat.
Pasi Log Kodim 0812/Lamongan, Kapten Inf Agus Suparis menegaskan, edukasi keselamatan seperti ini penting diterapkan tidak hanya di lingkungan dinas, tetapi juga dalam kehidupan keluarga sehari-hari.

Menurutnya, personel TNI kerap diterjunkan membantu masyarakat saat terjadi kebakaran.

Karena itu, pemahaman dasar terkait keselamatan penggunaan gas elpiji wajib dimiliki setiap prajurit.

“Prajurit sering membantu evakuasi kebakaran di masyarakat. Tapi sebelum membantu orang lain, keluarga sendiri juga harus aman. Pengetahuan sederhana seperti ini sangat penting karena menyangkut keselamatan jiwa,” ujarnya.

Dia juga meminta seluruh Babinsa menyampaikan edukasi serupa kepada masyarakat di desa binaannya masing-masing.

Langkah tersebut dinilai penting karena masih banyak warga yang belum memahami standar keamanan penggunaan elpiji di rumah.

Menjelang akhir kegiatan, suasana semakin hidup saat peserta mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan APAR dan karung basah.

Salah satu anggota Persit bahkan berhasil memadamkan api dengan tenang sesuai arahan instruktur, yang langsung disambut tepuk tangan peserta lainnya.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0812/Lamongan berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran akibat gas elpiji semakin meningkat.

Edukasi sederhana dinilai dapat menjadi langkah awal mencegah musibah yang lebih besar. (as)