Beranda Daerah Setiap Jumat, Disnakkan Bojonegoro Jadi Pusat Telur Murah Berkualitas

Setiap Jumat, Disnakkan Bojonegoro Jadi Pusat Telur Murah Berkualitas

IMG 20260416 WA0000

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat ekonomi peternak lokal melalui program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri).

Salah satu langkah konkret yang kini dijalankan adalah membuka penjualan telur Gayatri secara rutin setiap hari Jumat di Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro.

Penjualan telur Gayatri dikemas bersamaan dengan kegiatan “Jumat Asri”, kerja bakti (korve), hingga gerakan membeli produk lokal.

Tujuannya memperluas pasar sekaligus mengenalkan telur hasil peternak lokal kepada masyarakat Bojonegoro.

Sekretaris Disnakkan Bojonegoro, Elfia Nuraini, menjelaskan bahwa sinergi berbagai kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap telur Gayatri.

“Setiap hari Jumat, telur Gayatri sudah tersedia di Disnakkan. Ini kami padukan dengan Jumat Asri, korve, dan gerakan beli telur agar semakin dikenal dan diminati masyarakat,” ungkapnya.

Saat ini, penjualan yang difasilitasi langsung oleh Disnakkan masih didominasi oleh peternak dari Kecamatan Kanor.

Namun, geliat serupa mulai berkembang di sejumlah kecamatan lain.

Wilayah seperti Margomulyo, Balen, Temayang, Bubulan, Ngasem, Malo, hingga Sekar telah mulai menjalankan penjualan telur Gayatri secara mandiri dengan pendampingan petugas teknis di tingkat kecamatan.

Tak hanya itu, pemasaran telur Gayatri juga merambah ke ruang publik yang lebih luas. Setiap hari Minggu, produk ini turut hadir dalam kegiatan car free day (CFD), berdampingan dengan berbagai produk unggulan peternakan dan perikanan lainnya.

Upaya perluasan pasar juga dilakukan melalui Gerakan Pasar Murah (GPM) di berbagai kecamatan.

Dalam kegiatan ini, telur Gayatri dijual dengan harga mengikuti pasar, namun menawarkan keunggulan dari sisi kesegaran.

“Harga tetap mengikuti pasar agar terjangkau, tetapi kualitas lebih fresh karena langsung dari peternak,” jelas Elfia.

Ke depan, Pemkab Bojonegoro berencana memperluas pemanfaatan telur Gayatri, termasuk mendorong penggunaannya dalam program MBG serta menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menjaga keberlanjutan distribusi.

Program Gayatri sendiri menjadi salah satu strategi daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro, khususnya kelompok ekonomi lemah, melalui sektor peternakan.

Di sisi lain, program ini juga berperan penting dalam meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat.

Dengan gerakan beli telur Gayatri yang terus digencarkan, Pemkab berharap masyarakat semakin terbiasa mengonsumsi produk lokal yang sehat, segar, dan berkualitas. (Aj)