BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Melalui Dinas Kesehatan, daerah ini sukses membawa pulang dua penghargaan pada ajang Penganugerahan Kampanye Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Rabu (03/12/2025) di Surabaya.
Ajang tahunan ini menjadi titik penting dalam menguatkan komitmen lintas sektor untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di seluruh Jawa Timur.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Waritsah Sukarjiyah, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk pengakuan, tetapi juga pengingat bahwa tanggung jawab meningkatkan kesehatan adalah tugas bersama.
“Peningkatan derajat kesehatan harus dilakukan berkesinambungan, mulai dari lingkungan kerja hingga pemerintah daerah dan kader di lapangan,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, menegaskan bahwa tujuan utama bukanlah piala, melainkan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan secara mandiri.
“Penghargaan ini memang bukan tujuan akhir. Yang jauh lebih penting adalah meningkatnya antusiasme masyarakat melakukan skrining kesehatan, sebagai deteksi dini agar masalah kesehatan tidak memburuk,” tutur Ninik.
Ia juga menekankan pentingnya peran kader kesehatan yang menjadi teladan dan penggerak utama di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bojonegoro berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, Peringkat 2 se-Jawa Timur untuk kategori Kabupaten/Kota dengan Pencapaian Target Cek Kesehatan Gratis Terbanyak.
Juara Harapan II Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi, diraih Mamik Muzaini, kader Posyandu Dahlia 4 Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan kader kesehatan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap capaian ini menjadi pemantik semangat bagi masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Selain itu, kader kesehatan diharapkan semakin termotivasi untuk menjadi garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif di wilayah masing-masing. (aj)

























