BOJONEGORO — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro terus berinovasi dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani lokal.
Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Demplot Teknologi Budidaya Padi, yang digelar di Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, pada Selasa (11/11/2025).
Kegiatan ini menjadi spesial karena menghadirkan kerja sama langsung dengan tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan teknologi budidaya padi amfibi varietas Giamagora 7, varietas unggul hasil riset yang diklaim mampu beradaptasi di lahan kering maupun tergenang air.
Acara berlangsung di rumah Ketua Gapoktan Subur Tani, Yoyok, dan dihadiri oleh perwakilan DKPP Bojonegoro, tim UGM, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta perangkat desa setempat.
Antusiasme para peserta terlihat tinggi sejak awal kegiatan hingga sesi praktik lapangan dimulai.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan sejumlah materi penting, antara lain, pengenalan varietas padi amfibi Giamagora 7, yang dikenal tahan terhadap kondisi ekstrem dan menghasilkan bulir berkualitas tinggi.
Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya padi Giamagora 7, mulai dari persiapan lahan hingga masa panen.
Pemanfaatan agensi hayati untuk menyuburkan tanah dan melindungi tanaman dari serangan hama serta penyakit.
Praktik langsung pembuatan Bacillus, yaitu mikroba bermanfaat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman padi.
Ketua Gapoktan Subur Tani, Yoyok, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya setelah mengikuti bimtek ini.
“Bimbingan teknis seperti ini sangat membantu kami para petani. Kami jadi lebih mengenal inovasi-inovasi terbaru dalam dunia pertanian. Selain menambah wawasan, kami juga tahu cara menanggulangi penyakit tanaman sejak masa tanam hingga panen agar hasilnya lebih melimpah,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi seperti UGM menjadi bukti nyata bahwa pertanian kini semakin maju dan berbasis ilmu pengetahuan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern.
Dengan dukungan akademisi seperti UGM, diharapkan para petani mampu meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan daerah, serta menjadikan Bojonegoro sebagai salah satu pusat inovasi pertanian di Jawa Timur. (aj)

























