BOJONEGORO – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang menerjang permukiman warga Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (4/11/2026) sore.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB tersebut mengakibatkan sedikitnya 12 rumah warga mengalami kerusakan.
Dampak terjangan angin cukup mengganggu kondisi tempat tinggal masyarakat.
Sejumlah bagian bangunan, terutama teras dan atap rumah, mengalami kerusakan hingga membutuhkan penanganan segera.
Merespon kejadian tersebut, jajaran Polsek Temayang bersama Koramil, Satpol PP Kecamatan Temayang, serta Linmas Desa Jono langsung bergerak membantu warga terdampak.
Tanpa menunggu lama, petugas bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan yang roboh.
Mereka juga mengangkat material yang berserakan serta membantu memperbaiki bagian teras dan atap rumah yang rusak akibat diterjang angin.
Gotong royong lintas instansi ini dilakukan agar kondisi rumah warga segera pulih dan dapat kembali ditempati dengan aman.
Tak hanya memberikan bantuan tenaga, petugas juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan tersebut berasal dari Polres Bojonegoro, BPBD Kabupaten Bojonegoro, dan Kecamatan Temayang.
Kapolsek Temayang IPTU Moh. Ikhsan Jaelani mengatakan, keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan pascabencana merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Menurutnya, kehadiran aparat di tengah warga tidak hanya untuk membantu mempercepat pemulihan rumah yang rusak, tetapi juga meringankan beban masyarakat melalui bantuan kebutuhan pokok.
“Hari ini kami bersama Koramil, pemerintah kecamatan, Satpol PP, dan Linmas melaksanakan kerja bakti membantu warga terdampak. Kami juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dari Polres Bojonegoro dan BPBD Kabupaten Bojonegoro,” ujar IPTU Moh. Ikhsan Jaelani kepada awak media, Kamis (5/11/2026) siang.
Dia menambahkan, koordinasi dan kerja sama lintas instansi menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan proses perbaikan rumah warga bisa segera diselesaikan sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
Di sisi lain, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang berisiko menimbulkan kerusakan bangunan maupun gangguan keselamatan.
Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta segera mencari tempat yang lebih aman apabila terjadi cuaca yang berpotensi membahayakan.
Peristiwa di Desa Jono ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu sesama ketika bencana terjadi. (aj)












