Beranda TNI/POLRI Aksi Nyata di Sawah, Program PPHT Jadi Harapan Baru Petani Lamongan

Aksi Nyata di Sawah, Program PPHT Jadi Harapan Baru Petani Lamongan

IMG 20260505 WA0013

LAMONGAN – Hamparan sawah di Dusun Ngablak, Desa Prijekngablak, Kecamatan Karanggeneng, tampak lebih hidup dari biasanya, Selasa (5/5/2026).

Lumpur yang basah tak menyurutkan semangat kebersamaan antara TNI, petani, dan pemerintah dalam Gerakan Tanam Padi Petak Studi PPHT (Pengendalian Hama Terpadu).

Kegiatan ini menjadi bagian dari Sekolah Lapang yang digagas untuk meningkatkan kemampuan petani dalam bercocok tanam secara efisien dan ramah lingkungan.

Bersama Kelompok Tani (Poktan) Rame Gawe 2, para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik di lahan.

Mewakili Danramil 0812/15 Karanggeneng, Batuud Pelda Wardoyo hadir langsung di tengah sawah. Ia tak sekadar memantau, namun ikut turun tangan menanam padi bersama petani.

“Kami hadir untuk mendampingi petani agar masa tanam berjalan optimal. Ini bagian dari upaya mendukung target swasembada pangan, khususnya di Lamongan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Forkopimcam Karanggeneng, termasuk Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Dr. Mugito, Camat Karanggeneng Dian Sukmana, perwakilan Polsek, Koordinator POPT Mastur, Kepala Desa Prijekngablak Tarmuji, serta para penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Dalam sambutannya, para narasumber menekankan pentingnya penerapan metode PPHT.

Pendekatan ini dinilai mampu mengendalikan hama secara terpadu tanpa merusak lingkungan, sekaligus meningkatkan hasil dan kualitas panen.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik tanam padi di petak studi.

Lahan ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi petani lain dalam menerapkan teknik budidaya yang lebih modern dan berkelanjutan.

Acara ditutup dengan doa bersama, sebagai wujud harapan agar musim tanam kali ini berjalan lancar, bebas serangan hama, dan menghasilkan panen yang melimpah.

Dari sawah kecil di Ngablak, tersirat pesan besar: kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan petani menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan.

Sawah bukan sekedar lahan, tetapi simbol gotong royong demi masa depan pangan Indonesia. (as)