Beranda Peristiwa Takut Roboh Timpa Rumah, Warga Cengkir Kepohbaru Bojonegoro Minta PLN ULP Babat...

Takut Roboh Timpa Rumah, Warga Cengkir Kepohbaru Bojonegoro Minta PLN ULP Babat Lamongan Jangan Tutup Mata

BOJONEGORO – Kondisi tiang listrik yang semakin miring di kawasan permukiman warga Dusun Kandangrejo, RT 01 RW 01, Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, memicu keresahan masyarakat.

Warga khawatir tiang tersebut sewaktu-waktu roboh dan menimbulkan kecelakaan, terlebih lokasinya berada di tepi jalan lingkungan yang setiap hari dilalui masyarakat.

Persoalan ini semakin menjadi perhatian lantaran aduan mengenai kondisi tiang listrik tersebut dikabarkan telah berulang kali disampaikan kepada pihak PLN.

Namun, sampai Rabu (4/11/2026), warga mengaku belum melihat adanya tindakan nyata berupa pengecekan maupun perbaikan di lokasi.

Pemerintah Desa Cengkir bersama masyarakat sebenarnya telah berupaya menyampaikan keluhan melalui aplikasi PLN Mobile.

Sayangnya, laporan yang masuk melalui layanan pengaduan tersebut belum memberikan kepastian mengenai waktu penanganan.

Warga bahkan mencoba mencari solusi dengan menghubungi petugas PLN secara langsung melalui pesan WhatsApp.

Dalam komunikasi tersebut, petugas disebut beberapa kali menyampaikan bahwa perbaikan tiang listrik sudah masuk dalam agenda pekerjaan dan akan segera ditindaklanjuti.

Akan tetapi, janji penanganan tersebut hingga kini belum terlihat realisasinya.

Tim teknis PLN belum mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan ataupun mengambil langkah perbaikan.

Kondisi ini membuat warga semakin kecewa, mereka merasa persoalan yang menyangkut keselamatan masyarakat seharusnya mendapatkan perhatian dan penanganan lebih cepat, bukan sekadar masuk dalam daftar rencana pekerjaan.

Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan, posisi tiang listrik yang sudah terlihat miring membuat warga di sekitarnya merasa tidak tenang ketika beraktivitas, terutama karena terdapat rumah dan akses jalan di sekitar titik tersebut.

Salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, Mbak Tun, mengungkapkan bahwa laporan mengenai kondisi tiang listrik itu sudah berkali-kali disampaikan.

Namun, hingga sekarang belum ada tindakan perbaikan sebagaimana yang diharapkan.

“Mboh Mas, wis bolak-balik dilaporno yo gak ditangan-tangani. Padahal kondisine wis miring tenan, kuwatir lek nganti rubuh ngebruki omah utawo ngenai wong liwat,” keluhnya, Rabu (4/11/2026).

Padahal, kondisi tiang semakin mengkhawatirkan dan warga takut apabila sampai roboh, tiang tersebut dapat menimpa rumah atau orang yang sedang melintas.

Masyarakat berharap PLN ULP Babat tidak menganggap persoalan ini sebagai pengaduan biasa.

Mereka meminta pihak PLN segera mengirimkan petugas teknis ke Desa Cengkir untuk memeriksa kondisi tiang sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Pemeriksaan secara langsung dinilai penting agar potensi bahaya dapat segera diketahui dan ditangani sebelum menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.

Warga juga berharap ada kepastian mengenai jadwal perbaikan.

Sebab, tanpa kejelasan waktu penanganan, masyarakat akan terus dihantui kekhawatiran terhadap kondisi tiang listrik yang berada di lingkungan tempat tinggal mereka.

Keselamatan warga dan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama.

Jangan sampai persoalan infrastruktur kelistrikan yang telah dilaporkan berulang kali justru baru mendapat perhatian serius setelah terjadi insiden.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari PLN ULP Babat mengenai laporan melalui PLN Mobile, komunikasi dengan petugas melalui WhatsApp, serta rencana penjadwalan perbaikan yang sebelumnya disampaikan kepada warga. (aj)

Artikel sebelumyaPetinggi SMSI Kumpul di Jakarta, Bahas Arah Pemerintahan Prabowo
Artikel berikutnyaBencana Angin Kencang di Jono Temayang Bojonegoro, 12 Rumah Rusak