BOJONEGORO – Wajah Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, kini berubah.
Menjelang berakhirnya pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro tahun 2026, seluruh sasaran pembangunan dilaporkan telah rampung 100 persen.
Bukan hanya pembangunan fisik yang dituntaskan, berbagai program non fisik dan pemberdayaan masyarakat juga berhasil dilaksanakan selama Satgas TMMD berada di Desa Kesongo.
Program yang dimulai sejak 15 Juli 2026 tersebut menjadi momentum percepatan pembangunan desa.
Satgas TMMD bersama pemerintah daerah dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan berbagai kebutuhan infrastruktur yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas sekaligus perekonomian warga.
Salah satu hasil utama terlihat dari pembangunan jalan cor beton.
Jalan di Dusun Kedungpandan sepanjang 550 meter dan jalan di Dusun Mundu sepanjang 490 meter, masing-masing dengan lebar 3 meter, kini telah selesai dan siap dimanfaatkan masyarakat.
Pembangunan juga menyentuh sektor hunian, sebanyak sembilan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah direhabilitasi menjadi rumah yang lebih layak, aman dan sehat bagi warga penerima manfaat.
Sejumlah fasilitas pendukung turut diselesaikan, di antaranya perbaikan Jembatan Brang Etan, pembangunan mushola, serta fasilitas MCK di kawasan rest area terpadu.
Tak berhenti di situ, Satgas juga menuntaskan pembangunan sumur bor dan jaringan perpipaan air bersih, rehabilitasi empat ruang kelas sekolah, serta normalisasi sungai afvoer yang menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan lingkungan dan mengurangi potensi genangan.
Kepala Desa Kesongo dan masyarakat juga mendapat manfaat dari berbagai kegiatan non fisik.
Program tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, pertanian, kesehatan, pemberdayaan UMKM, pencegahan stunting, Posyandu, hingga edukasi hukum.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat dan sinergi berbagai pihak selama pelaksanaan program.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat.
“Seluruh sasaran telah tuntas dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Kami tidak hanya membangun jalan, tembok dan rumah, tetapi juga membangun kemandirian, kesehatan, serta kesejahteraan warga secara menyeluruh,” ujar Letkol Dedy Dwi Wijayanto, Selasa (11/8/2026).
Ia menegaskan, berbagai fasilitas yang dibangun diharapkan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Warga juga tidak hanya menerima hasil pembangunan, tetapi memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan melalui berbagai program pemberdayaan yang digelar selama TMMD berlangsung.
“Sisa pekerjaan akhir dan pengerjaan minor terus kami rapikan agar pada saat penutupan resmi nanti, seluruh sasaran dapat diserahkan secara utuh dan siap dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan rampungnya seluruh sasaran TMMD ke-129, Desa Kesongo kini memiliki sejumlah infrastruktur baru sekaligus bekal pemberdayaan masyarakat untuk melanjutkan pembangunan secara mandiri.
Program TMMD pun tidak sekadar meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga meninggalkan semangat gotong royong dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat Desa Kesongo. (aj)

























