Beranda TNI/POLRI Pangdivif 2 Kostrad Beberkan Tantangan Dunia yang Bisa Berdampak ke Indonesia

Pangdivif 2 Kostrad Beberkan Tantangan Dunia yang Bisa Berdampak ke Indonesia

IMG 20260624 WA0023

MADIUN – Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, memberikan sejumlah pesan penting kepada prajurit dan keluarga besar Yonif 501/Bajra Yudha saat kunjungan kerjanya di Madiun, Selasa (23/6/2026).

Dalam arahannya, Pangdivif menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dinamika global, menjaga citra institusi TNI, serta memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pengabdian prajurit.

Di hadapan ratusan prajurit dan anggota keluarga, Mayjen TNI Primadi mengingatkan bahwa perkembangan situasi internasional saat ini perlu menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

Salah satu dampak yang menjadi sorotan adalah terganggunya jalur perdagangan energi internasional, termasuk kawasan strategis seperti Selat Hormuz yang selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.

Kondisi tersebut dinilai dapat berimbas pada berbagai sektor kehidupan masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Meski demikian, Pangdivif menegaskan bahwa TNI harus tetap fokus menjalankan tugas dan menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul.

Ia mengajak seluruh prajurit untuk terus mendukung program pemerintah demi mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat.

“Sebagai prajurit TNI, kita harus tetap teguh menjalankan tugas, menjaga kepercayaan masyarakat, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Selain menyoroti kondisi global, Pangdivif juga memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan media sosial di lingkungan prajurit.

Di era digital yang serba cepat, menurutnya setiap anggota TNI harus mampu bersikap bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang publik.

Dia mengingatkan agar prajurit tidak mudah terpancing provokasi, tidak terlibat dalam perdebatan yang merugikan institusi, serta selalu mengedepankan etika dan komunikasi yang positif.

“Jaga kehormatan TNI. Berikan contoh yang baik di ruang digital, jangan mudah terpancing, dan selalu kedepankan narasi yang membangun,” pesannya.

Tak hanya kepada prajurit, Mayjen TNI Primadi juga menyampaikan pesan khusus kepada keluarga besar TNI.

Menurutnya, keberhasilan seorang prajurit dalam menjalankan tugas negara sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga yang harmonis dan solid.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya membangun rumah tangga yang dilandasi kesetiaan, saling pengertian, dan tanggung jawab.

Dirinya juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga secara bijaksana agar terhindar dari permasalahan ekonomi yang dapat mengganggu konsentrasi prajurit dalam bertugas.

Pangdivif turut mengingatkan agar keluarga prajurit tidak terjebak dalam pola hidup konsumtif maupun jeratan utang yang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Di sisi lain, para orang tua juga didorong untuk terus mendampingi dan membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki cita-cita tinggi sebagai penerus bangsa.

Menutup arahannya, Pangdivif 2 Kostrad kembali menegaskan semangat pengabdian yang menjadi ruh prajurit Kostrad melalui semboyan legendaris,
“Tugas Nomor Satu, Mati Nomor Dua”.

Semboyan tersebut, menurutnya, harus menjadi motivasi dalam setiap pelaksanaan tugas demi kepentingan bangsa dan negara.

Ia juga mengajak seluruh prajurit dan keluarga untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar setiap langkah pengabdian mendapatkan perlindungan, keselamatan, serta keberkahan.

Dengan pesan tersebut, Pangdivif berharap seluruh prajurit Yonif 501/Bajra Yudha dapat terus menjaga profesionalisme, loyalitas, serta semangat pengabdian, sekaligus menjadi teladan baik di lingkungan masyarakat maupun di dunia digital. (Fur)