BANDUNG – Kasus dugaan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR di Bandung, Jawa Barat, terus menyita perhatian publik.
Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, keluarga korban akhirnya mengungkap berbagai upaya yang telah mereka lakukan untuk mencari keberadaan YTR selama berbulan-bulan sebelum ditemukan dalam kondisi kritis.
Seperti diketahui, YTR ditemukan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya berinisial TH.
Hingga kini, TH masih berstatus buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian.
Di balik kasus yang menggemparkan ini, keluarga korban membantah tudingan yang menyebut mereka tidak berusaha mencari YTR saat menghilang.
Kakak korban, Arif, bersama istrinya Melanie, justru mengaku telah menelusuri berbagai petunjuk sejak komunikasi YTR dengan keluarga mulai jarang dilakukan.
Melanie mengungkapkan, rasa curiga muncul ketika YTR hanya memberikan kabar sekitar sebulan sekali.
Saat itu korban mengaku telah dipindahkan tempat kerjanya ke wilayah Majalengka.
Namun penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meyakinkan keluarga.
Karena merasa ada yang tidak beres, Melanie meminta Arif untuk mendatangi kos tempat YTR tinggal di kawasan Pasteur, Bandung.
Hasilnya cukup mengejutkan, meski korban tidak ditemukan, sejumlah barang pribadinya masih berada di kamar kos.
“Awalnya saya merasa ada yang janggal. Barang-barangnya masih ada, tapi orangnya tidak ada. Saat itu kami sempat berpikir mungkin benar dia sudah dipindahkan kerja ke Majalengka,” ungkap Melanie, Senin (22/6/2026).
Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah Arif mendatangi kantor lama adiknya.
Di sana, ia memperoleh informasi bahwa YTR ternyata sudah tidak bekerja di perusahaan tersebut sejak empat bulan sebelumnya.
Yang lebih mengejutkan, menurut keterangan yang diterima keluarga, surat pengunduran diri korban diduga tidak dikirim langsung oleh YTR, melainkan oleh TH.
Informasi tersebut membuat keluarga semakin yakin bahwa ada sesuatu yang tidak beres terkait hilangnya YTR selama berbulan-bulan.
Tak hanya mencari secara langsung, keluarga juga mengaku sempat melakukan pencarian melalui media sosial.
Melanie bahkan pernah mengunggah informasi mengenai hilangnya YTR dan menyebarkan foto TH ke berbagai platform digital.
Unggahan tersebut juga sempat diteruskan ke salah satu kelompok organisasi masyarakat yang diketahui memiliki hubungan dengan TH.
Langkah itu dilakukan dengan harapan ada pihak yang mengetahui keberadaan korban maupun terduga pelaku.
Dalam pengakuannya, keluarga juga mengungkap fakta lain yang mengejutkan.
Sebelum korban berhenti bekerja, TH disebut pernah mendatangi tempat kerja YTR dan meluapkan kemarahan kepada pihak manajemen perusahaan.
Menurut keterangan yang diterima keluarga, TH tidak terima karena menganggap YTR terlalu sering mendapatkan jadwal lembur.
Kemarahan itu bahkan disebut diarahkan kepada HRD dan manajer tempat korban bekerja.
Peristiwa tersebut kini menjadi salah satu rangkaian fakta yang turut disorot publik dalam kasus dugaan penyiksaan yang menimpa YTR.
Sementara itu, aparat kepolisian masih terus melakukan pencarian terhadap TH yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut.
Publik pun menanti perkembangan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara terang seluruh fakta di balik kasus yang menghebohkan Bandung ini. (dy)

























