BOJONEGORO – Perguruan Gerak Badan Pencak Margaluyu 151 Yogyakarta Cabang Bojonegoro kini resmi memperkuat legalitas organisasinya dengan menyerahkan susunan kepengurusan terbaru beserta dokumen resmi organisasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro, pada Jum’at (29/5/2026).
Penyerahan berkas dilakukan langsung oleh Ketua Cabang Margaluyu 151 Bojonegoro yang baru, Suwarto, bersama Sekretaris Cabang Heri Susilo.
Dalam proses tersebut, pengurus turut menyerahkan akta notaris organisasi sebagai bentuk penguatan administrasi dan legalitas perguruan pencak silat tersebut di wilayah Bojonegoro.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memperjelas status kelembagaan sekaligus memperkuat hubungan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam pembinaan serta pengembangan organisasi pencak silat di Kabupaten Bojonegoro.
Ketua Cabang Margaluyu 151 Bojonegoro, Suwarto, menegaskan bahwa kepengurusan baru ingin membawa organisasi menjadi lebih tertib secara administrasi dan semakin aktif dalam melakukan pembinaan anggota.
“Kami ingin keberadaan organisasi ini memiliki legalitas yang jelas sehingga semakin dipercaya masyarakat dan memudahkan dalam proses pembinaan maupun pengawasan oleh pemerintah daerah,” ujar Suwarto.
Ia menjelaskan, perguruan tersebut sebenarnya telah lama menjalankan aktivitas rutin di tengah masyarakat.
Namun, dalam struktur kepengurusan terbaru dilakukan sejumlah penyesuaian untuk memperkuat sistem organisasi sekaligus menjawab kebutuhan pembinaan anggota ke depan.
Menurutnya, pencak silat tidak hanya sekedar olahraga bela diri, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, persaudaraan, serta pelestarian budaya bangsa yang memiliki nilai luhur.
Dengan telah diserahkannya dokumen kepengurusan kepada Bakesbangpol Bojonegoro, Margaluyu 151 diharapkan mampu berkembang lebih solid, profesional dan bersinergi dengan pemerintah maupun masyarakat dalam berbagai kegiatan positif.
Selain memperkuat organisasi secara internal, kepengurusan baru juga berkomitmen menjaga eksistensi seni bela diri pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia agar tetap diminati generasi muda di tengah perkembangan zaman. (aj)

























