BOJONEGORO – Komitmen memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang merata terus ditunjukkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bojonegoro.
Melalui program pelayanan “jemput bola”, petugas Disdukcapil turun langsung ke pelosok desa untuk melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el) bagi warga penyandang disabilitas fisik maupun mental.
Kali ini, pelayanan menyasar Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (21/05/2026).
Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dengan mendatangi rumah warga yang mengalami keterbatasan mobilitas sehingga sulit mengakses pelayanan administrasi kependudukan secara langsung di kantor pelayanan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil melakukan perekaman data KTP-el kepada dua warga penyandang disabilitas.
Mereka adalah Safitri, warga Dusun Jonoporo, serta Mariyanto yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Deling.
Pelayanan dilakukan langsung di rumah pemohon dengan pendekatan humanis dan ramah, sehingga warga tetap dapat memperoleh hak administrasi kependudukan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Bojonegoro, Heri Widodo, menegaskan bahwa kepemilikan dokumen kependudukan merupakan hak dasar setiap warga negara tanpa terkecuali, termasuk masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil maupun penyandang disabilitas.
Menurutnya, program jemput bola menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga Bojonegoro mendapatkan akses layanan adminduk secara adil dan merata.
“Kami terus berupaya memaksimalkan pelayanan agar masyarakat di wilayah tertinggal tetap bisa memiliki dokumen kependudukan. Terutama saudara-saudara kita penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelayanan langsung ke rumah warga merupakan bentuk komitmen Disdukcapil dalam menghapus hambatan jarak dan keterbatasan fisik yang selama ini menjadi kendala masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan.
Disdukcapil Bojonegoro juga memastikan program jemput bola akan terus dilakukan secara aktif dengan mengedepankan pelayanan inklusif, cepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di lapangan. (aj)

























