Beranda Infotaiment Ribuan Buruh Rokok Bojonegoro Nikmati BLT DBHCHT 2026, Total Capai Rp16 Miliar

Ribuan Buruh Rokok Bojonegoro Nikmati BLT DBHCHT 2026, Total Capai Rp16 Miliar

IMG 20260521 WA0021

BOJONEGORO – Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan buruh pabrik rokok melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026.

Penyaluran bantuan secara simbolis digelar di Aula PT Kareb Alam Sejahtera (MPS Dander), Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kepala Dinas Sosial Agus Susetyo Hardiyanto, jajaran Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, perwakilan Bea Cukai, pihak perusahaan, hingga para buruh penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa penyaluran BLT DBHCHT tahun ini dilakukan di tengah adanya penyesuaian anggaran transfer dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, jumlah pekerja pabrik rokok yang masuk dalam data penerima manfaat justru meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Jumlah penerima tahun ini bertambah, sementara kemampuan anggaran mengalami penyesuaian. Karena itu bantuan diberikan secara adil dan transparan agar lebih banyak pekerja tetap bisa menerima manfaat,” terang Nurul Azizah.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengalokasikan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk program BLT DBHCHT.

Bantuan tersebut diberikan kepada 15.925 buruh pabrik rokok yang tersebar di sejumlah perusahaan industri hasil tembakau di Bojonegoro.

Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp875 ribu.

Nilai bantuan itu disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah serta jumlah penerima manfaat yang terus bertambah.

Nurul Azizah menegaskan, Bojonegoro menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang konsisten mempertahankan program bantuan bagi buruh rokok sejak akhir tahun 2023.

Menurutnya, keberlanjutan program tersebut menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap pekerja sektor industri tembakau.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dalam dua gelombang.

Gelombang pertama dilaksanakan di PT Gelora Djaja Baureno pada 13 Mei 2026, sedangkan gelombang kedua berlangsung di MPS Dander pada 20 Mei 2026.

“Hingga saat ini total bantuan yang sudah tersalurkan mencapai sekitar Rp12,74 miliar kepada ribuan penerima manfaat,” ujarnya.

Melalui program BLT DBHCHT tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, ekonomi keluarga buruh pabrik rokok semakin kuat, serta manfaat dana bagi hasil cukai benar-benar dirasakan masyarakat yang berhak menerima. (Pro/aj)