Beranda Infotaiment Puluhan Kali Digelar, GPM Bojonegoro Jadi Senjata Lawan Kenaikan Harga

Puluhan Kali Digelar, GPM Bojonegoro Jadi Senjata Lawan Kenaikan Harga

IMG 20260414 WA0022

BOJONEGORO – Upaya menekan laju inflasi terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, program Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali hadir menyapa masyarakat.

Kali ini, GPM edisi ke-18 digelar di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (14/04/2026).

Program ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Bojonegoro yang menargetkan 31 kali pelaksanaan GPM sepanjang tahun 2026.

Kehadiran pasar murah ini dinilai efektif sebagai langkah cepat dalam meredam gejolak harga bahan pokok yang kerap terjadi di pasar tradisional.

Tak hanya menyediakan sembako dengan harga lebih rendah, GPM juga berperan penting menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

Sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga telur ayam dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding harga pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan bahwa konsistensi pelaksanaan program menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“GPM di Kalitidu ini merupakan pelaksanaan ke-18 dari total 31 agenda sepanjang tahun 2026. Ini bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mengintervensi pasar agar harga tetap terkendali dan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujarnya.

Zaenal juga menjelaskan bahwa lokasi pelaksanaan GPM dipilih secara bergilir dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, terutama daerah yang mengalami kenaikan harga atau memiliki keterbatasan akses terhadap bahan pangan.

“Distribusi kami lakukan merata di titik-titik strategis. Harapannya, dengan frekuensi yang rutin dan menyebar, tekanan inflasi di tingkat konsumen dapat ditekan secara bersama,” tambahnya.

Dengan langkah ini, Pemkab Bojonegoro berharap stabilitas harga tetap terjaga sekaligus memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak. (aj)