BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai menggeber persiapan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) II Tahun 2026.
Melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro, langkah awal dilakukan dengan menggelar sosialisasi kepada 28 Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK), Jumat (10/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di RM Singapore, Jalan Gajah Mada itu menjadi titik awal penguatan sinergi antar pemangku kepentingan olahraga di tingkat daerah.
Kepala Dinpora Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menegaskan bahwa Porkab bagian penting dari proses pembinaan atlet secara berjenjang.
Menurutnya, Porkab II menjadi fondasi strategis untuk menyiapkan atlet Bojonegoro menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Ia menyebut, sistem pembinaan kini mulai tertata, dimulai dari level kecamatan melalui Porcam hingga berlanjut ke tingkat kabupaten.
“Porkab ini wadah pemetaan potensi atlet. Dari sini kita bisa melihat siapa saja yang layak dibina untuk level lebih tinggi,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Ketua KONI Bojonegoro, Sahari. Ia menekankan pentingnya peran kecamatan dalam menjaring talenta terbaik.
Setiap wilayah diharapkan tidak hanya berpartisipasi, tetapi benar-benar mengirimkan atlet unggulan yang siap bersaing.
“Kami ingin muncul wajah-wajah baru atlet Bojonegoro yang bisa jadi andalan di Porprov nanti,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Bojonegoro, Tonny Ade Irawan, membeberkan rencana teknis pelaksanaan Porkab II yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Tahap awal, masing-masing kecamatan diminta segera mendaftarkan cabang olahraga (cabor) yang akan diikuti.
Dalam perencanaan sementara, terdapat 26 cabang olahraga dengan total 245 nomor pertandingan yang diusulkan.
Namun, tidak semua nomor akan dipertandingkan. Sebuah cabor atau nomor lomba minimal harus diikuti oleh delapan kecamatan agar bisa digelar.
“Kalau pesertanya kurang dari delapan kecamatan, otomatis tidak bisa dipertandingkan. Jadi partisipasi aktif dari tiap wilayah sangat menentukan,” terang Tonny.
KONI pun memasang target ambisius pada Porkab II tahun ini.
Jika pada edisi pertama hanya menargetkan 15 cabor dan berhasil melampaui menjadi 17 cabor, maka tahun ini ditargetkan lebih dari 20 cabang olahraga bisa terselenggara secara kompetitif.
Optimisme tersebut muncul seiring meningkatnya antusiasme kecamatan serta semakin tertatanya sistem pembinaan olahraga di Bojonegoro.
Melalui momentum ini, Pemkab Bojonegoro berharap kolaborasi antara Dinpora, KONI, dan seluruh kecamatan mampu membangun ekosistem olahraga yang sehat, berkelanjutan, serta melahirkan atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama daerah di tingkat regional hingga nasional. (Aj)

























