BOJONEGORO — Upaya percepatan transisi energi ramah lingkungan di Kabupaten Bojonegoro terus digencarkan.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama PT PLN (Persero) resmi menggelar sosialisasi kendaraan listrik sekaligus meresmikan fasilitas charging station, Selasa (31/3/2026), di halaman UP3 PLN Bojonegoro.
Kegiatan ini tak hanya menjadi simbol perubahan menuju energi bersih, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat Bojonegoro, khususnya para pengemudi becak.
Sejumlah tukang becak listrik turut hadir dan menjadi perhatian dalam acara tersebut.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, tampak berinteraksi langsung dengan para pengemudi becak.
Ia meninjau kendaraan mereka, berdialog hangat, hingga menempelkan stiker “B’CAKER” sebagai identitas becak listrik khas Bojonegoro.
Suasana semakin hangat saat bupati memberikan bingkisan kepada para tukang becak yang mayoritas sudah berusia lanjut.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro menegaskan bahwa peralihan dari energi fosil ke listrik menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda, terutama di tengah dinamika energi global.
“Kami berkomitmen melakukan transformasi energi di berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga transportasi. Ke depan, penggunaan BBM akan secara bertahap dialihkan ke listrik, termasuk untuk pompa air dan alat pertanian,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga mampu menekan biaya operasional masyarakat.
Pemkab Bojonegoro bahkan mulai membangun budaya hemat energi, salah satunya melalui gerakan bersepeda di lingkungan pemerintahan.
Sementara itu, Manager UP3 PLN Bojonegoro, Danang Setiawan, menegaskan bahwa PLN terus berinovasi dalam mendukung penggunaan energi bersih secara luas.
“PLN berada di garis depan dalam memastikan distribusi energi merata. Kami juga menghadirkan berbagai inovasi, termasuk fasilitas charging station dan program elektrifikasi untuk mendukung transisi energi,” jelasnya.
Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah program B’CAKER (Becak Ngecas Listrik Energi Ramah Lingkungan).
Program ini menyediakan fasilitas pengisian daya khusus bagi becak listrik di seluruh kantor PLN, dengan sistem pembayaran sukarela melalui kotak sedekah.
Program ini disambut antusias oleh para pengemudi becak. Sugiyanto (65), warga Mojokampung yang telah puluhan tahun mengayuh becak, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran becak listrik.
“Sekarang lebih ringan, tidak terlalu capek. Alhamdulillah masih bisa kerja untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan bantu biaya kuliah anak,” tuturnya.
Dengan hadirnya charging station dan program inovatif seperti B’CAKER, Bojonegoro semakin mantap melangkah menuju masa depan energi bersih.
Diharapkan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya energi ramah lingkungan terus meningkat, sekaligus mempercepat terwujudnya daerah yang lebih berkelanjutan. (aj)

























