BOJONEGORO – Jalur mudik Lamongan-Babat-Bojonegoro kembali menuai sorotan. Kondisi jalan yang dipenuhi tambalan tidak rata dan lubang di sejumlah titik, khususnya di Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, membuat para pemudik harus ekstra waspada saat melintas.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan jalan Nasional di Bojonegoro tersebut tidak hanya terjadi di satu titik.
Sepanjang ruas dari Bojonegoro, Ngemplak, Baureno hingga perbatasan Babat, Lamongan, permukaan jalan tampak bergelombang akibat tambal sulam yang tidak merata.
Situasi ini semakin berisiko seiring meningkatnya volume kendaraan menjelang arus mudik Lebaran.
Salah satu pengendara, Iwan, yang melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Kalitidu, Bojonegoro, mengaku harus lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.
Ia bahkan menggambarkan sensasi berkendara di jalan itu seperti “mengocok perut” akibat kondisi jalan yang tidak stabil.
“Kalau lewat sini harus benar-benar hati-hati. Jalannya tidak rata, banyak tambalan dan lubang. Apalagi sekarang kendaraan mulai padat,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dia menilai metode tambal sulam yang dilakukan selama ini belum menjadi solusi efektif.
Iwan berharap, setelah momen Lebaran, pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekedar tambalan sementara yang justru memperparah ketidakrataan jalan.
“Kalau diperbaiki, seharusnya sekalian yang serius. Jangan tambal seperti ini terus, malah bikin tidak stabil saat berkendara,” tambahnya.
Dirinya juga menyayangkan waktu perbaikan yang dinilai kurang tepat.
Menurutnya, jika perbaikan dilakukan jauh hari sebelum Lebaran, potensi kemacetan dan gangguan lalu lintas bisa diminimalkan.
Harapan pun disampaikan kepada pemerintah provinsi Jawa Timur maupun pihak berwenang agar lebih sigap dalam menangani infrastruktur jalan yang dinilai sangat vital bagi mobilitas masyarakat, terutama saat momentum mudik seperti sekarang.
Dengan kondisi jalan yang belum optimal, para pemudik dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kecepatan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima demi keselamatan selama perjalanan. (aj)

























